<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Azenismail</title>
	<atom:link href="http://azenismail.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://azenismail.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Nov 2011 23:57:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='azenismail.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Azenismail</title>
		<link>http://azenismail.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://azenismail.wordpress.com/osd.xml" title="Azenismail" />
	<atom:link rel='hub' href='http://azenismail.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Membuat artikel dengan format karangan ilmiah</title>
		<link>http://azenismail.wordpress.com/2011/11/28/membuat-artikel-dengan-format-karangan-ilmiah/</link>
		<comments>http://azenismail.wordpress.com/2011/11/28/membuat-artikel-dengan-format-karangan-ilmiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 23:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azenismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azenismail.wordpress.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANAN Karya tulis ini dikerjakan dalam rangka pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMA KANISIUS JAKARTA 2008 HALAMAN PENGESAHAN Karya tulis “Boraks dan Formalin pada Makanan” Telah disahkan pada hari : tanggal : Pembimbing KATA PENGANTAR Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan sykur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=341&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANAN</p>
<p>Karya tulis ini dikerjakan dalam rangka pembelajaran<br />
Bahasa dan Sastra Indonesia</p>
<p>SMA KANISIUS<br />
JAKARTA<br />
2008</p>
<p>HALAMAN PENGESAHAN</p>
<p>Karya tulis “Boraks dan Formalin pada Makanan”</p>
<p>Telah disahkan pada<br />
hari :<br />
tanggal :</p>
<p>Pembimbing</p>
<p>KATA PENGANTAR</p>
<p>Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan sykur kepada Tuhan yang Maha Esa yang telah memberkati kami sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya tulis ini.<br />
Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan karya tulis ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini. Kami melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Di mana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan.<br />
Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan dan juga kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis kami di masa datang. Sehingga semoga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik.<br />
Dengan menyelesaikan karya tulis ini kami mengharapkan banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini. Semoga dengan adanya karya tulis ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan boraks dan formalin sebagai pengawet pada makanan. Dengan begitu maka kesehatan akan lebih terjamin dan tidak ada lagi muncul berbagai penyakit baru yang diakibatkan penggunaan bahan-bahan terlarang sebagai bahan baku makanan. Kami juga mengharapkan kinerja yang lebih baik dan tegas serta efektif dari pihak pengawas makanan yang merupakan bagian dari kepemerintahan, sehingga makanan yang dihasilkan dari Indonesia dapat lebih terjamin dan sehat.</p>
<p>Penulis<br />
HALAMAN MOTTO</p>
<p>Motto yang kami pegang dalam penulisan karya ilmiah ini adalah :</p>
<p>“ORA ET LABORA”</p>
<p>HALAMAN PERSEMBAHAN</p>
<p>Karya ilmiah ini kami persembahkan untuk :</p>
<p>Seluruh pembaca dan masyarakat Indonesia yang menginginkan kemajuan bangsa dan kecerdasan bangsa.</p>
<p>DAFTAR ISI</p>
<p>Halaman Pengesahan………………………………………………………… 1<br />
Kata Pengantar………………………………………………………………… 2<br />
Halaman Motto…………………………………………………………………. 3<br />
Halaman Persembahan………………………………………………………. 4<br />
Daftar Isi………………………………………………………………&#8230;………… 5<br />
Abstraksi……………………………………&#8230;………………………………….. 6<br />
BAB I PENDAHULUAN<br />
1.1 Latar Belakang Masalah………………………………………………….. 7<br />
1.2 Pembatasan Masalah……………………………………….…………….. 7<br />
1.3 Perumusan Masalah………………………………………………….…… 8<br />
1.4 Tujuan Penulisan……………………………………………..……………. 8<br />
1.5 Metode Penelitian………….………………………………………………. 9<br />
1.6 Hipotesa…………………&#8230;.…………………………………………………. 9<br />
1.7 Manfaat…………&#8230;.………………………………………………………….. 9<br />
BAB II LANDASAN TEORI………………………………………………… 11<br />
BAB III METODE PENELITIAN<br />
3.1 Jenis Penelitian…………….……………………………………………… 14<br />
3.2 Sumber Data…………………………………………………………… …. 14<br />
3.3 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………… 14<br />
3.4 Teknik Analisis Data…………………………………………………… . 15<br />
BAB IV PEMBAHASAN<br />
4.1 Pengertian Boraks dan Formalin…………………………………… . 16<br />
4.2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan… 16<br />
4.3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks 18<br />
4.4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks<br />
dan formalin di Indonesia………………………………………………… 21<br />
BAB V PENUTUP……………………………………………..…………………. 23<br />
BAB VI DAFTAR PUSTAKA……………………… ………………………… 25</p>
<p>ABSTRAKSI</p>
<p>Karya tulis ini menjelaskan tentang bagaimana sekarang ini banyak kejadian penggunaan boraks dan formalin sebagai bahan pengawet makanan. Di mana kedua bahan tersebut sangat dilarang digunakan sebagai bahan baku makanan. Dan jika penggunaannya terus dilakukan dan dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai penyakit terutama kanker dan bahkan kematian untuk tingkat yang lebih lanjut. Hal ini telah menjadi hal yang cukup serius dan menjadi suatu masalah yang berusaha diselesaikan dengan baik oleh berbagai pihak terutama pemerintah.<br />
Sebagai pusat utama kelangsungan negara, pemerintah harus dapat dengan bijak memutuskan dan bertindak bagaimana penanganan kasus tersebut. Terutama kasus pada pembuatan bakso dengan bahan pengawet boraks dan berbagai makanan seperti ikan asin serta tahu yang diawetkan dengan menggunakan formalin. Berbagai solusi kami tuliskan di sini. Tetapi solusi tersebut tidaklah semuanya dapat dijalankan dengan hasil yang cepat dan ada kemungkinan banyak faktor yang menyebabkan penyelesaian masalah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik. Karena masalah ini harus kembali lagi kepada masyarakatnya yang terlibat langsung.<br />
BAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
<p>Pada bab I ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, hipotesa dan manfaat.</p>
<p>1.1 Latar Belakang Masalah</p>
<p>Sekarang ini banyak sekali bahan kimia dan berbagai campuran-campuran lain dibuat dan diciptakan untuk membuat pekerjaan manusia dalam membuat makanan lebih efektif dan efisien. Tetapi di samping untuk makanan dibuat juga bahan kimia untuk pembuatan kebutuhan lain. Di mana bahan kimia tersebut tidak boleh dipergunakan dalam pembuatan makanan dan dapat berakibat fatal.<br />
Hal ini sangat penting dan juga memprihatinkan. Fenomena ini merupakan salah satu masalah dan kebobrokan bangsa yang harus diperbaiki. Janganlah sampai membiarkan hal ini terus berlarut dan akhirnya akibat menumpuk di masa depan. Oleh karena itu, kami berusaha merangkum sedemikian rupa dan mencoba membedah apa saja yang seharusnya dilakukan dan mengapa hal ini menjadi hal yang sangat penting.</p>
<p>1.2 Pembatasan Masalah</p>
<p>Boraks adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet kayu, antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. Sedangkan formalin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga dan dalam industri tekstil serta kayu lapis.<br />
Kedua bahan kimia tersebut memang berguna jika digunakan sesuai fungsinya, tetapi menjadi sangat berbahaya bila digunakan dalam pembuatan pangan. Di mana pangan itu merupakan segala sesuatu yang menjadi bahan makanan manusia. Dan akibat dari penggunaan bahan-bahan kimia tersebut bisa jadi sangatlah fatal, dari kanker hingga menyebabkan kematian.<br />
Dalam karya tulis ini kami akan berusaha membahas pendeskripsian sedetail mungkin dari boraks dan formalin itu sendiri serta bagaimana kedua bahan kimia tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan baku pembuatan pangan. Begitu pula dengan berbagai akibat dari penggunaan boraks dan formalin pada pangan tersebut serta bagaimana solusi yang harus dilakukan demi membasmi hal ini dan mencegah terjadi lagi.</p>
<p>1.3 Perumusan Masalah</p>
<p>1 Apa faktor yang mendorong pihak-pihak tertentu untuk menggunakan boraks atau formalin pada pangan yang diproduksinya?<br />
2 Jenis pangan apa saja yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya?<br />
3 Bagaimana mengetahui suatu pangan dibuat dengan bahan pengawet dari boraks atau formalin?<br />
4 Apa akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan?<br />
5 Bagaimana penanganan penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan ini supaya dapat dibasmi secara tuntas?</p>
<p>1.4 Tujuan Penulisan</p>
<p>Mengetahui pengertian boraks dan formalin.<br />
Mengetahui jenis-jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin pada proses pembuatannya.<br />
Mengetahui dampak negatif dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan.<br />
Mengetahui peranan pemerintah dalam memberantas penggunaan formalin dan boraks pada makanan.<br />
1.5 Metode Penulisan</p>
<p>Pada penulisan karya tulis ini kami menggunakan satu metode, yaitu dengan angket. Di mana angket akan kami sebarkan dengan jumlah 40 lembar. Di mana angket itu berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai boraks dan formalin pada makanan mengacu pada tujuan yang telah ada.</p>
<p>1.6 Hipotesa</p>
<p>1 Boraks dan formalin merupakan bahan pengawet yang umumnya digunakan untuk industri tekstil, kayu, dsb. Dapat juga digunakan sebagai pembasmi serangga dan hal-hal lain yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan makanan.<br />
2 Jenis pangan yang menjadi sasaran penggunaan boraks atau formalin pada proses pembuatannya adalah tahu, tempe, bakso dan ikan asin.<br />
3 Akibat dari penggunaan boraks atau formalin pada produk pangan adalah berbagai gangguan pada saluran pencernaan, hati, saraf, otak, serta pada organ-organ yang berselaput yang terkena secara langsung. Dan bila terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan kanker bahkan kematian.<br />
4 Sebenarnya pemerintah telah berperan dalam pemberantasan penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan. Tetapi tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintah kurang tegas dan tidak tepat mengenai sasaran. Sehingga hingga sekarang kita masih sering melihat orang-orang yang keracunan atau terkena penyakit lainnya, disebabkan memakan makanan yang mengandung boraks atau formalin.</p>
<p>1.7 Manfaat</p>
<p>Dapat mengetahui cirri-ciri makanan dengan bahan baku boraks atau formalin sebagai pengawet sehingga dapat menghindarinya.<br />
Dapat menghindari secara langsung penggunaan boraks dan formalik pada produk pangan.<br />
Dapat menambah wawasan dengan mengetahui dampak yang diakibatkan dari penggunaan boraks dan formalin pada produk pangan.<br />
Dapat membantu pencegahan dan pemberantasan penggunaan boraks dan formalin dengan berbagai solusi yang telah dipikirkan.<br />
BAB II<br />
LANDASAN TEORI</p>
<p>Boraks merupakan garam natrium yang banyak digunakan di berbagai industri nonpangan, khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Boraks biasa berupa serbuk kristal putih, tidak berbau, mudah larut dalam air, tetapi boraks tidak dapat larut dalam alkohol. Boraks biasa digunakan sebagai pengawet dan antiseptic kayu. Daya pengawet yang kuat dari boraks berasal dari kandungan asam borat didalamnya.<br />
Asam borat sering digunakan dalam dunia pengobatan dan kosmetika. Misalnya, larutan asam borat dalam air digunakan sebagai obat cuci mata dan dikenal sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung, dan salep luka kecil. Namun, bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada luka luas, karena beracun ketika terserap masuk dalam tubuh. Berikut beberapa pengaruh boraks pada kesehatan.<br />
a. Tanda dan gejala akut :<br />
Muntah-muntah, diare, konvulsi dan depresi SSP(Susunan Syaraf Pusat)<br />
b. Tanda dan gejala kronis<br />
- Nafsu makan menurun<br />
- Gangguan pencernaan<br />
- Gangguan SSP : bingung dan bodoh<br />
- Anemia, rambut rontok dan kanker.<br />
Sedangkan formalin merupakan cairan tidak berwarna yang digunakan sebagai desinfektan, pembasmi serangga, dan pengawet yang digunakan dalam industri tekstil dan kayu. Formalin memiliki bau yang sangat menyengat, dan mudah larut dalam air maupun alkohol. Beberapa pengaruh formalin terhadap kesehatan adalah sebagai berikut.<br />
a. Jika terhirup akan menyebabkan rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru.<br />
b. Jika terkena kulit akan menyebabkan kemerahan pada kulit, gatal, dan kulit terbakar<br />
c. Jika terkena mata akan menyebabkan mata memerah, gatal, berair, kerusakan mata, pandangan kabur, bahkan kebutaan<br />
d. Jika tertelan akan menyebabkan mual, muntah-muntah, perut terasa perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit membiru, hilangnya pandangan, kejang, bahkan koma dan kematian.<br />
Boraks dan formalin akan berguna dengan positif bila memang digunakan sesuai dengan seharusnya, tetapi kedua bahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengawet makanan karena bahan-bahan tersebut sangat berbahaya, seperti telah diuraikan diatas pengaruhnya terhadap kesehatan. Walaupun begitu, karena ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, banyak produsen makanan yang tetap menggunakan kedua bahan ini dan tidak memperhitungkan bahayanya. Pada umumnya, alasan para produsen menggunakan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan adalah karena kedua bahan ini mudah digunakan dan mudah didapat, karena harga nya relatif murah dibanding bahan pengawet lain yang tidak berpengaruh buruk pada kesehatan. Selain itu, boraks dan formalin merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk. Beberapa contoh makanan yang dalam pembuatannya sering menggunakan boraks dan formalin adalah bakso, kerupuk, ikan, tahu, mie, dan juga daging ayam.<br />
Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. Secara awam kita tidak dapat mengetahui seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang digunakan dalam suatu makanan. Oleh karena itu lebih baik hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. Berikut adalah beberapa cara mengidentifikasi makanan yang menggunakan formalin dan boraks.<br />
- Bakso yang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda dari kekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging.<br />
- Kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk, teksturnya bagus dan renyah.<br />
- Ikan basah yang tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar, insang berwarna merah tua<br />
dan tidak cemerlang, dan memiliki bau menyengat khas formalin.<br />
- Tahu yang berbentuk bagus, kenyal, tidak mudah hancur, awet hingga lebih dari<br />
3 hari, bahkan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es, dan berbau menyengat khas formalin.<br />
- Mie basah biasanya lebih awet sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius), berbau<br />
menyengat, kenyal, tidak lengket dan agak mengkilap.</p>
<p>BAB III<br />
METODE PENELITIAN</p>
<p>Pada bab 3 ini akan dijelaskan mengenai jenis penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data dan teknik analisa data.</p>
<p>3.1 Jenis Penelitian<br />
Jenis penelitian yang kami gunakan adalah penelitian korelatif. Yang di maksud dengan penelitian korelatif adalah penelitian yang menghubungkan data-data yang ada. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menghubungkan data-data yang kami dapat antara yang satu dengan yang lain. Selain itu kami juga menghubungkan data-data yang ada dengan landasan teori yang kami gunakan. Sehingga diharapkan penelitian kami bisa menjadi penelitian yang benar dan tepat.</p>
<p>3.2 Sumber data<br />
Sumber data kami adalah beberapa siswa SMA Kanisius, yang kira-kira kami ambil sampel adalah 40 siswa.</p>
<p>3.3 Teknik Pengumpulan Data<br />
Adapun teknik pengumpulan data yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah dengan angket. Dengan angket kami dapat menyimpulkan, melalui jumlah koresponden yang menjawab pertanyaan tertentu dan membandingkan jumlah koresponden yang menjawab dengan jawaban yang berbeda pada pertanyaan yang sama. Dan setiap dari pertanyaan itu akan saling berkaitan.</p>
<p>3.4 Teknik Analisis Data<br />
Cara kami dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu kami mulai menghitung jumlah data, setelah itu kami mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan jumlah responden yang memilih. . Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis penelitian kami, kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, kami menuangkannya dalam karya tulis ini.</p>
<p>BAB IV<br />
PEMBAHASAN</p>
<p>Pada bab ini akan dijelaskan mengenai apa itu boraks dan formalin, dampak penggunaan boraks dan formalin pada makanan dan jenis-jenis makanan yang mengandung boraks dan formalin yang kesemuanya itu dilengkapi dengan hasil angket sebelumnya.</p>
<p>4.1 Pengetahuan akan Boraks dan Formalin<br />
Menurut hasil angket kami, didapatkan bahwa yang mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin adalah 29 orang dan yang tidak mengetahui begitu pasti apa itu boraks dan formalin adalah 11 orang, dari total 40 angket yang dibagikan.<br />
Hal itu menunjukkan bahwa responden yang mengetahui secara persis apa itu boraks dan formalin lebih banyak daripada yang tidak mengetahui secara pasti. Jika dimasukkan dalam persen maka 72,5 % responden menyatakan mengetahui boraks dan formalin, sedangkan 27,5 % lainnya tidak begitu mengetahui tentang boraks dan formalin.<br />
Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pengetahuan akan boraks dan formalin harus lebih sering disosialisasikan, agar diharapkan kita semua mengetahui secara pasti apa itu boraks dan formalin, sehingga dapat menggunakannya secara benar, sesuai dengan fungsinya. Maka diharapkan juga dengan pengetahuan akan boraks dan formalin tersebut, kasus penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan dapat dikurangi bahkan menghilang dari masyarakat.</p>
<p>4.2 Dampak Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan<br />
Melalui hasil angket yang telah kami sebarkan sebelumnya, didapat hasil bahwa jumlah responden yang mengerti akan dampak angket hamper sama dengan responden yang tidak begitu tahu tentang dampak boraks dan formalin pada makanan. Adapun jumlah responden yang tahu dampak boraks dan formalin pada makanan adalah 18 orang dan yang tidak begitu tahu sebanyak 20 orang sedangkan yang sama sekali tidak tahu ada 2 orang. Jika dituangkan dalam presentasi adalah sebagai berikut :</p>
<p>1. Jawaban A : 45%<br />
2. Jawaban B : 5%<br />
3. Jawaban C :50%<br />
Dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden masih rancu atau bingung tentang apa dampak boraks dan formalin bagi tubuh tersebut.<br />
Lalu apa sebenarnya dampak boraks dan formalin dalam makanan bila dikonsumsi tubuh kita?<br />
a. Formalin<br />
Formalin tidak boleh digunakan sebagai bahan pengawet untuk pangan. Akibatnya jika digunakan pada pangan dan dikonsumsi oleh manusia akan menyebabkan beberapa gejala diantaranya adalah tenggorokan terasa panas dan kanker yang pada akhirnya akan mempengaruhi organ tubuh lainnya,serta gejala lainnya.<br />
Pengaruh Formalin Terhadap Kesehatan :<br />
· Jika terhirup<br />
Rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan , sukar bernafas, nafas pendek, sakit kepala, kanker paru-paru.<br />
· Jika terkena kulit<br />
Kemerahan, gatal, kulit terbakar<br />
· Jika terkena mata<br />
Kemerahan, gatal, mata berair, kerusakan mata, pandangan kabur, kebutaan<br />
· Jika tertelan<br />
Mual, muntah, perut perih, diare, sakit kepala, pusing, gangguan jantung, kerusakan hati, kerusakan saraf, kulit<br />
membiru, hilangnya pandangan, kejang, koma dan kematian.</p>
<p>b. Boraks<br />
Efek toksiknya akan terasa bila boraks dikonsumsi secara kumulatif dan penggunaannya berulang-ulang. Pengaruh terhadap kesehatan :<br />
· Tanda dan gejala akut :<br />
Muntah, diare, merah dilendir, konvulsi dan depresi SSP (Susunan Syaraf Pusat)<br />
· Tanda dan gejala kronis<br />
- Nafsu makan menurun<br />
- Gangguan pencernaan<br />
- Gangguan SSP : bingung dan bodoh<br />
- Anemia, rambut rontok dan kanker.<br />
Formalin dan boraks merupakan bahan tambahan yang sangat berbahaya bagi manusia karena merupakan racun. Bila terkonsumsi dalam konsentrasi tinggi racunnya akan mempengaruhi kerja syaraf. Secara awam kita tidak tahu seberapa besar kadar konsentrat formalin dan boraks yang dianggap membahayakan. Oleh karena ada baiknya kita hindari makanan yang mengandung formalin dan boraks. Jauhkan anak-anak dari makanan yang mengandung boraks dan formalin. Formalin dan boraks tidak boleh digunakan dalam makanan.</p>
<p>4.3 Makanan yang Biasanya Mengandung Formalin atau Boraks<br />
Berdasarkan hasil penelitian melalui angket yang telah kami sebarkan, jumlah responden yang menganggap bahwa tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering diberi formalin sebanyak 33 orang, sedangkan yang memilih ikan sebanyak 6 orang, dan 1 orang memilih kerupuk. Sedangkan menurut makanan-makanan yang biasa mengandung boraks dan formalin yang biasanya mereka konsumsi, jumlah responden yang memilih tahu dan bakso sebanyak 28 orang, 10 orang memilih ikan dan 2 orang memilih kerupuk.<br />
Data ini menunjukkan bahwa kebanyakan siswa SMA Kanisius beranggapan bahwa tahu dan bakso merupakan makanan yang biasanya diberi formalin atau boraks. Tahu dan bakso memang cukup dikenal sering diberi formalin maupun boraks, namun bukan mereka makanan yang paling sering diberi formalin maupun boraks. Berdasarkan penelitian Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005, penggunaan boraks formalin pada ikan dan hasil laut menempati peringkat teratas. Yakni, 66 persen dari total 786 sampel. Sementara mi basah menempati posisi kedua dengan 57 persen. Tahu dan bakso berada di urutan berikutnya yakni 16 persen dan 15 persen.<br />
Dan dari pertanyaan nomor tiga pada angket ternyata responden banyak menjawab bahwa mereka paling sering mengkonsumsi tahu dan bakso. Padahal, menurut kebanyakan dari mereka tahu dan bakso adalah makanan yang biasanya mengandung boraks atau formalin. Mengapa mereka masih tetap sering mengonsumsinya meskipun menganggap bahwa tahu dan boraks yang paling sering mengandung formalin dan boraks? Mungkin hal ini disebabkan karena siswa SMA Kanisius percaya bahwa para pedagang di Kanisius pasti tidak memberikan formalin maupun boraks pada dagangannya, maka mereka tidak takut untuk mengonsumsinya.<br />
Namun tetap saja, boraks dan formalin sangatlah berbahaya bila termakan. Walaupun berdasarkan hasil penelitian Badan Pengawasan Obat dan Makanan Indonesia tahun 2005 penggunaan boraks dan formalin paling banyak adalah pada ikan dan hasil laut, namun jumlah 16 persen dan 15 persen tetap merupakan jumlah yang besar. Kita harus berhati-hati dalam memilih makanan yang akan kita makan, terutama makanan-makanan yang sedang marak diberi boraks maupun formalin.<br />
Oleh karena itu, di bawah ini kami paparkan mengenai ciri-ciri dari beberapa makanan yang diberi boraks maupun formalin:<br />
a. Mi basah<br />
Penggunaan formalin pada mi basah akan menyebabkan mi tidak rusak sampai dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). Baunya agak menyengat, bau formalin. Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal. Penggunaan boraks pada pembuatan mi akan menghasilkan tekstur yang lebih kenyal.<br />
B. Tahu<br />
Tahu merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat, karena rasa dan kandungan gizinya yang tinggi. Namun dibalik kelezatannya kita perlu waspada karena bisa saja tahu tersebut mengandung bahan berbahaya. Perhatikan secara cermat apabila menemukan tahu yang tidak mudah hancur atau lebih keras dan kenyal dari tahu biasa, kemungkinan besar tahu tersebut mengandung bahan berbahaya, bisa formalin maupun boraks. Selain itu, tahu yang diberi formalin tidak akan rusak sampai tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius). Tahu juga akan terlampau keras, namun tidak padat. Bau agak mengengat, bau formalin.<br />
C. Bakso<br />
Bakso tidak rusak sampai lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Teksturnya juga sangat kenyal.<br />
D. Ikan segar<br />
Ikan segar yang diberi formalin tekstur tubuhnya akan menjadi kaku dan sulit dipotong. Ia tidak rusak sampai tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih.<br />
E. Ikan asin<br />
Ikan asin yang mengandung formalin akan terasa kaku dan keras, bagian luar kering tetapi bagian dalam agak basah karena daging bagian dalam masih mengandung air. Karena masih mengandung air, ikan akan menjadi lebih berat daripada ikan asin yang tidak mengandung formalin. Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius). Tubuh ikan bersih, cerah.</p>
<p>4.4 Peran pemerintah dalam memberantas boraks dan formalin di Indonesia<br />
Walaupun penyebaran boraks dan formalin di Indonesia sudah luas sekali dan sudah menjadi umum, pemerintah masih tidak mengambil langkah yang tegas dalam menangani hal ini. Buktinya bisa didapat, bahwa ternyata penggunaan formalin dan boraks sebagai bahan pengawet makanan masih merajalela.<br />
Sebenarnya, pemerintah sudah berusaha mengambil tindakan, yaitu dengan melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Beberapa langkah sudah diambil oleh BPOM, seperti : melarang panganan permen merek white rabbit creamy, kiamboy, classic cream, black currant, dan manisan plum; mengeluarkan permenkes no. 722/1998 tentang bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam pangan; dan melakukan sosialisasi penggunaan bahan tambahan makanan yang diizinkan dalam proses produksi makanan &amp; minuman sesuai UU No. 23/1992 untuk aspek keamanan pangan, &amp; UU No. 71/1996. Tetapi upaya yang dilakukan Badan POM tersebut, hanya dianggap gertakan oleh para pedagang, karena Badan POM hanya mengeluarkan undang-undang dan aturan. Tetapi Badan POM tidak melakukan tindakan tegas seperti memberi sanksi tegas bagi pedagang yang masih menggunakan boraks dan formalin, bahkan badan ini masih kurang gencar dalam melakukan razia.<br />
Dari data angket yang kami sebarkan ke beberapa responden, terdapat pertanyaan : “Menurut anda apakah peran pemerintah sudah ada dalam pemberantasan formalin? “ Dan dari pertanyaan itu, sebanyak 4 orang menjawab upaya pemerintah sudah banyak, sebanyak 17 orang menjawab upaya pemerintah sudah lumayan, dan terakhir 19 orang menjawab upaya pemerintah tidak ada sama sekali.<br />
Dari hasil angket diatas, dapat disimpulkan bahwa upaya pemerintah masih kurang, karena lebih banyak orang yang beranggapan bahwa upaya pemerintah masih sangat kurang. Ini mungkin disebabkan karena memang pemerintah kurang serius / tegas dalam menangani masalah ini, padahal ini adalah masalah yang serius, karena dapat membahayakan kesehatan manusia. Pemerintah seharusnya lebih gencar dalam menangani masalah ini.</p>
<p>BAB V<br />
PENUTUP</p>
<p>Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan dan saran.</p>
<p>5.1 Kesimpulan<br />
Berdasarkan uraian pada bab IV dapat disimpulkan bahwa:<br />
a. Sebagian besar dari kita telah mengetahui tentang boraks dan formalin secara pasti, tetapi ada juga sebagian kecil lainnya yang belum begitu mengetahui apa itu boraks dan formalin.<br />
b. Masih ada sebagian dari kita yang belum mengetahui secara pasti dampak penggunaan boraks dan formalin pada produk makanan, walaupun sebagian ada yang mengetahui secara pasti.<br />
c. Menurut responden tahu dan bakso adalah makanan yang paling sering menjadi sasaran penggunaan boraks dan formalin. Tetapi menurut penelitian BPOM pada tahun 2005, ikan adalah bahan makanan yang paling sering menjadi sasaran boraks dan formalin.<br />
d. Pemerintah masih sangat kurang dan tidak tegas dalam mengatasi masalah penggunaan boraks dan formalin, sehingga masih banyak kasus mengenai hal ini terjadi.</p>
<p>5.2 Saran<br />
Berdasarkan kesimpulan dan keseluruhan makalah ini kami ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut:<br />
Ø Berikan penyuluhan lebih lanjut kepada masyarakat mengenai boraks dan formalin, pengertian, fungsinya, serta dampaknya apabila tidak digunakan sesuai fungsinya.<br />
Ø Pengawasan yang lebih ketat oleh pemerintah dan pengambilan tindakan tegas, seperti mengirimkan pengawas-pengawas pemerintah ke daerah-daerah tertentu dan membuat undang-undang mengenai boraks dan formalin.<br />
Ø Masyarakat harus lebih jeli dalam memilih makanan dan tidak membelinya bila sepertinya mengandung bahan formalin maupun boraks.<br />
Ø Kesadaran dari masyarakat untuk membantu pemberantasan dan pencegahan penggunaan boraks dan formalin pada bahan makanan. Seperti melaporkan kepada yang berwajib jika melihat ada orang lain yang sengaja menggunakan boraks dan formalin pada makanan yang dijualnya, dan juga tidak secara sembarangan menjual boraks dan formalin, tanpa mengetahui latar belakang pembeliannya.</p>
<p>BAB VI<br />
DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>http://www.beritaindonesia.co.id</p>
<p>http://www.depkes.go.id</p>
<p>http://www.disnakkeswan-lampung.go.id</p>
<p>http://id.wikipedia.org</p>
<p>http://www.gizi.net</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azenismail.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azenismail.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azenismail.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azenismail.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azenismail.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azenismail.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azenismail.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azenismail.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azenismail.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azenismail.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azenismail.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azenismail.wordpress.com/341/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azenismail.wordpress.com/341/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azenismail.wordpress.com/341/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=341&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azenismail.wordpress.com/2011/11/28/membuat-artikel-dengan-format-karangan-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70d0a1db29411708a6cb79fcdf29baeb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azenismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ragam dan Fungsi Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://azenismail.wordpress.com/2011/11/28/ragam-dan-fungsi-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://azenismail.wordpress.com/2011/11/28/ragam-dan-fungsi-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 23:54:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azenismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azenismail.wordpress.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Bahasa, Ragam Bahasa, Fungsi Bahasa adalah pemahaman dasar dalam memahami bahasa. Dalam memahami Bahasa Indonesia, kita juga perlu memahami hel-hal tersebut, sehingga pemahaman kita dalam memahami bahasa Indonesia, bisa lebih mendalam dan dapat mengaplikasikan dengan baik. Definisi Bahasa; Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbiter ( tidak ada hubungan antara lambang bunyi dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=339&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengertian Bahasa, Ragam Bahasa, Fungsi Bahasa adalah pemahaman dasar dalam memahami bahasa. Dalam memahami Bahasa Indonesia, kita juga perlu memahami hel-hal tersebut, sehingga pemahaman kita dalam memahami bahasa Indonesia, bisa lebih mendalam dan dapat mengaplikasikan dengan baik.</p>
<p>Definisi Bahasa; Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbiter ( tidak ada hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya ) yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat untuk<br />
berkomunikasi, kerja sama, dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder.</p>
<p>Fungsi bahasa dalam masyarakat:</p>
<p>Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.<br />
Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.<br />
Alat mengidentifikasi diri.<br />
Macam dan jenis ragam bahasa:</p>
<p>Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, jurnalistik, dsb.<br />
Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden soeharto, gaya bahasa binyamin s, dsb.<br />
Ragam bahasa pada sekelompok anggota masyarakay suatu wilayah seperti dialeg bahasa madura, medan, sunda, dll.<br />
Ragam bahasa pada masyarakat suatu golongan seperti ragam bahasa orang akademisi berbeda dengan ragam bahasaorang jalanan.<br />
Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.<br />
Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal dan informal.<br />
Bahasa lisan lebih ekspresif dimana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau atau silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara atau target komunikasi.</p>
<p>Bahsa isyarat atau gestur atau bahasa tubuh adalah salah satu cara berkomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat digunakan permanen oleh penyandang cacat karena mereka mempunyai bahasa sendiri.</p>
<p>Bahasa bisa punah karena kebanyakan bahasa didunia ini tidak statis. Bahasa-bahasa itu berubah seiring waktu, mendapat kata tambahan, dan mencuri kata-kata dari bahasa lain. Bahasa hidup dan berkembang ketika masyarakat menuturkannya sebagai alat komunikasi utama. Ketika tidak ada lagi masyarakat penutur asli suatu bahasa disebut bahasa mati atau punah, meskipun masih ada sedikit penutur asli yang menggunakan tetapi generasi muda tidak lagi menjadi penutur bahasa tersebut.</p>
<p>Banyak situasi yang menyebabkan bahasa punah. Sebuah bahasa punah ketika bahasa itu berubah bentuk menjadi famili bahasa-bahasa lain.</p>
<p>Orang indonesia kini boleh jadi tidak mengerti bahasa melayu yang digunakan di indonesia awal abad ke-20. Karena bahasa indonesia saat ini berasal dari bahasa melayu yang telah mengalami infusi kata-kata bahasa asing. Bisa dikatakan bahasa melayu bermetamorfosis dalam bahasa indonesia. Kelak kalau bahasa indonesia makin berkembang dan demikian pula bahasa melayu malaysia kemungkinan bahasa melayu akan punah.</p>
<p>Karena pengaruh globali sasi dan IPTEK menyebabkan masyarakat indonesia menganggap bahasa indonesia itu :</p>
<p>Tidak gaul.<br />
Terlalu formal.<br />
Rapuhnya bahasa indonesia disebabkan :</p>
<p>Tergerus arus globalisasi.<br />
Kemungkinan banyak oran yang tidak menyukai peraturan bahasa indonesia.<br />
Tidak adanya relasi masyarakat dengan pemerintah tentang pembudidayaan.<br />
Selain bahasa asing, bahasa daerah juga memberi pengaruh pada perkembangan bahasa indonesia. Karena bahasa indonesia mungkin dianggap terlalu formal untuk dipakai sehair-hari. Tidak apa-apa sebenarnya bahasa asing menyerap kedalam bahasa indonesia. Sebagai bahasa yang terbuka, bahasa indonesia harus luwes menerima unsur bahasa lain.</p>
<p>Bahasa indonesia mengenal dua macam serapan yakni :</p>
<p>Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa indonesia.<br />
Unsur asing yang pengucapan dan penulisannya telah disesuaikan dengan kaidah bahasa indonesia.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azenismail.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azenismail.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azenismail.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azenismail.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azenismail.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azenismail.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azenismail.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azenismail.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azenismail.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azenismail.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azenismail.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azenismail.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azenismail.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azenismail.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=339&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azenismail.wordpress.com/2011/11/28/ragam-dan-fungsi-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70d0a1db29411708a6cb79fcdf29baeb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azenismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fungsi dan Kedudukan Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://azenismail.wordpress.com/2011/09/29/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://azenismail.wordpress.com/2011/09/29/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 11:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azenismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azenismail.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[FUNGSI BAHASA INDONESIA Fungsi bahasa dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fungsi bahasa secara umum dan secara khusus. Dalam literatur bahasa, dirumuskannya fungsi bahasa secara umum bagi setiap orang adalah 1. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri. Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=336&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>FUNGSI BAHASA INDONESIA</p>
<p>Fungsi bahasa dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu fungsi bahasa secara umum dan secara khusus.</p>
<p>Dalam literatur bahasa, dirumuskannya fungsi bahasa secara umum bagi setiap orang adalah</p>
<p>1. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.</p>
<p>Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita. Ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:</p>
<p>* Agar menarik perhatian orang lain terhadap diri kita.<br />
* Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.<br />
2. Sebagai alat komunikasi.</p>
<p>Bahasa merupakan saluran maksud seseorang, yang melahirkan perasaan dan memungkinkan masyarakat untuk bekerja sama. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi,berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat umum. Selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media bahsa (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.</p>
<p>3. Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial.</p>
<p>Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.</p>
<p>4. Sebagai alat kontrol Sosial.</p>
<p>Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita.</p>
<p>Fungsi bahasa secara khusus :</p>
<p>1. Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari- hari.</p>
<p>Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung dapat menggunakan bahasa formal dan non formal.</p>
<p>2. Mewujudkan Seni (Sastra).</p>
<p>Bahasa yang dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni, seperti syair, puisi, prosa dll. Terkadang bahasa yang digunakan yang memiliki makna denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini, diperlukan pemahaman yang mendalam agar bisa mengetahui makna yang ingin disampaikan.</p>
<p>3. Mempelajari bahasa- bahasa kuno.</p>
<p>Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. Misalnya untuk mengetahui asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti.</p>
<p>4. Mengeksploitasi IPTEK.</p>
<p>Dengan jiwa dan sifat keingintahuan yang dimiliki manusia, serta akal dan pikiran yang sudah diberikan Tuhan kepada manusia, maka manusia akan selalu mengembangkan berbagai hal untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu didokumentasikan supaya manusia lainnya juga dapat mempergunakannya dan melestarikannya demi kebaikan manusia itu sendiri.</p>
<p>KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA</p>
<p>Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting yang tercantum didalam :</p>
<p>1. Ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 dengan bunyi, “ Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.</p>
<p>2. Undang- Undang Dasar RI 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan lambing Negara, serta Lagu Kebangsaan) Pasal 36 menyatakan bahwa “Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia”.</p>
<p>Maka kedudukan bahasa Indonesia sebagai :</p>
<p>1. Bahasa Nasional</p>
<p>Kedudukannya berada diatas bahasa- bahasa daerah. Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai :</p>
<p>· Lambang kebanggaan Nasional.</p>
<p>Sebagai lambang kebanggaan Nasional bahasa Indonesia memancarkan nilai- nilai sosial budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa Indonesia, kita harus bangga, menjunjung dan mempertahankannya. Sebagai realisasi kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, harus memakainya tanpa ada rasa rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bangga memakainya dengan memelihara dan mengembangkannya.</p>
<p>· Lambang Identitas Nasional.</p>
<p>Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa Indonesia. Berarti bahasa Indonesia akan dapat mengetahui identitas seseorang, yaitu sifat, tingkah laku, dan watak sebagai bangsa Indonesia. Kita harus menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin di dalamnya. Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang sebenarnya.</p>
<p>· Alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya.</p>
<p>Dengan fungsi ini memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan, cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia merasa aman dan serasi hidupnya, karena mereka tidak merasa bersaing dan tidak merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Karena dengan adanya kenyataan bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah masing-masing. Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak bergoyah sedikit pun. Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.</p>
<p>· Alat penghubung antarbudaya antardaerah.</p>
<p>Manfaat bahasa Indonesia dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa Indonesia seseorang dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan mudah diinformasikan kepada warga. Apabila arus informasi antarmanusia meningkat berarti akan mempercepat peningkatan pengetahuan seseorang. Apabila pengetahuan seseorang meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat tercapai.</p>
<p>2. Bahasa Negara (Bahasa resmi Negara Kesatuan Republik Indonesia)</p>
<p>Dalam Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia befungsi sebagai :</p>
<p>· Bahasa resmi kenegaraan.</p>
<p>Bukti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan adalah digunakannya bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan RI 1945. Mulai saat itu bahasa Indonesia digunakan dalam segala upacara, peristiwa serta kegiatan kenegaraan.</p>
<p>· Bahasa pengantar resmi dilembaga-lembaga pendidikan.</p>
<p>Bahasa Indonesia dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar, materi pelajaran ynag berbentuk media cetak hendaknya juga berbahasa Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang berbahasa asing. Apabila hal ini dilakukan, sangat membantu peningkatan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi (iptek).</p>
<p>· Bahasa resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah.</p>
<p>Bahasa Indonesia dipakai dalam hubungan antarbadan pemerintah dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan penyeragaman dan peningkatan mutu tersebut agar isi atau pesan yang disampaikan dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.</p>
<p>· Bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern.</p>
<p>Kebudayaan nasional yang beragam yang berasal dari masyarakat Indonesia yang beragam pula. Dalam penyebarluasan ilmu dan teknologi modern agar jangkauan pemakaiannya lebih luas, penyebaran ilmu dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer, majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lain, hendaknya menggunakan bahasa Indonesia. Pelaksanaan ini mempunyai hubungan timbal-balik dengan fungsinya sebagai bahasa ilmu yang dirintis lewat lembaga-lembaga pendidikan, khususnya di perguruan tinggi.</p>
<p>http://rahmaekaputri.blogspot.com/2010/09/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azenismail.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azenismail.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azenismail.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azenismail.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azenismail.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azenismail.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azenismail.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azenismail.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azenismail.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azenismail.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azenismail.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azenismail.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azenismail.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azenismail.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=336&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azenismail.wordpress.com/2011/09/29/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70d0a1db29411708a6cb79fcdf29baeb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azenismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Contoh Paragraf Induktif, Deduktif, dan Campuran</title>
		<link>http://azenismail.wordpress.com/2011/09/29/contoh-paragraf-induktif-deduktif-dan-campuran/</link>
		<comments>http://azenismail.wordpress.com/2011/09/29/contoh-paragraf-induktif-deduktif-dan-campuran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 10:52:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azenismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[tugas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azenismail.wordpress.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[-Paragraf Induktif- Indonesia merupakan Negara yang kaya akan budaya . Contohnya di pulau Sumatra yang terdiri dari suku batak, suku minang , suku aceh, suku melayu dan lain-lain yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Bukan hanya dipulau Sumatra saja, bahkan di pulau Jawa, Kalimantan, dan juga pulau-pulau lainnya juga terdapat macam-macam suku dengan kebudayaannya. Selain kaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=333&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>-Paragraf Induktif-<br />
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan budaya . Contohnya di pulau Sumatra yang terdiri dari suku batak, suku minang , suku aceh, suku melayu dan lain-lain yang masing-masing memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Bukan hanya dipulau Sumatra saja, bahkan di pulau Jawa, Kalimantan, dan juga pulau-pulau lainnya juga terdapat macam-macam suku dengan kebudayaannya.</p>
<p>Selain kaya akan budaya , Indonesia juga memiliki lahan pertanian yang subur yang banyak menghasikkan rempah-rempah , bahan pangan , bahkan juga buah-buahan. Dari segi barang tambang , Indonesia juga sangat potensial, terbukti Indonesia salah satu Negara di Asia yang meng ekspor minyak bumi, batu bara, dan barang tambang lainnya. Maka tidak salah kalau dikatakan Indonesia adalah Negara yang kaya.</p>
<p>-Paragraf Deduktif-<br />
Saat ini Indonesia sedang berusaha membangkitkan perekonomiannya. Banyak usaha yang dilakukan, mulai dari menekan jumlah barang import yang mengalahkan pemakaian barang lokal. Pemerintah juga meluaskan lapangan pekerjaan, agar sumber daya manusia (SDM) dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pembangunan Negara. Bagia pelaku korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang sangat merugikan perekonomian Negara tentunya akan diberikan sanksi tegas. Karna yang kita ketahui Indonesia terpuruk akibat KKN yang terjadi di segala institusi. Oleh karena itu, dengan usaha yang dilakukan sekarang diharapkan Indonesia dapat membangkitkan perekonomiannya.</p>
<p>-Paragraf Campuran-<br />
Dengan adanya sumber daya yang potensial di Indonesia, kita harus optimis bahwa perekonimian kita akan pulih kembali. Semua itu akan berhasil tentunya dengan kerjasama yang baik, dan dengan adanya rasa kesadaran di semua semua lapisan masyarakat. Dan di tahun 2010 ini semoga Indonesia menjadi lebih baik lagi bukan hanya dari sector ekonomi namun juga disegala sektor. Karna sebuah Negara dikatakan kaya bukan dari segi kekayaan alamnya saja. Naman Negara tersebut juga dapat memakmurkan penduduknya.</p>
<p>http://yantiesitoruzz.blogspot.com/2010/04/contoh-paragraf-deduktif-induktif.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azenismail.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azenismail.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azenismail.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azenismail.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azenismail.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azenismail.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azenismail.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azenismail.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azenismail.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azenismail.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azenismail.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azenismail.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azenismail.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azenismail.wordpress.com/333/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=333&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azenismail.wordpress.com/2011/09/29/contoh-paragraf-induktif-deduktif-dan-campuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70d0a1db29411708a6cb79fcdf29baeb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azenismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Uang, Bank, dan Penciptaan Uang</title>
		<link>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/uang-bank-dan-penciptaan-uang/</link>
		<comments>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/uang-bank-dan-penciptaan-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 08:21:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azenismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Organisasi Umum #]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azenismail.wordpress.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif. Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=327&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post-body-281864432957114429"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p><strong>Penciptaan uang</strong> adalah proses memproduksi atau menghasilkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uang">uang</a> baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata_uang">mata uang</a> kertas atau <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uang_logam">uang logam</a>, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti <a title="Pelonggaran kuantitatif (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pelonggaran_kuantitatif&amp;action=edit&amp;redlink=1">pelonggaran kuantitatif</a>.   Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran,  dan  penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter   (misalnya tentang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persediaan_uang">persediaan uang</a>, <a title="Monetarisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Monetarisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">mazhab monetarisme</a>), dan memengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.<br />
<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_sentral">Bank sentral</a> bertanggung-jawab mengukur jumlah uang beredar, yang menunjukkan   banyaknya uang yang ada pada suatu waktu tertentu. Jumlah uang baru yang   tidak diketahui penciptaannya dapat ditunjukkan dengan cara   membandingkan pengukuran-pengukuran tersebut pada waktu-waktu yang   berbeda.<br />
Perusakan atas mata uang dapat terjadi apabila uang logam dileburkan   untuk mendapatkan kembali kandungan logam mulianya. Tindakan ini   memperoleh insentif bila ternyata nilai logam yang didapat melebihi   nilai nominal uang logam, atau ketika pencetaknya menarik kembali   jaminan atas keamanannya.</p>
<p>A. Pengertian</p>
<p><strong>Penciptaan uang</strong> adalah proses memproduksi atau menghasilkan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uang">uang</a> baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang; pertama dengan cara mencetak <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata_uang">mata uang</a> kertas atau <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uang_logam">uang logam</a>, kedua melalui pengadaan utang dan pinjaman, serta ketiga melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti <a title="Pelonggaran kuantitatif (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pelonggaran_kuantitatif&amp;action=edit&amp;redlink=1">pelonggaran kuantitatif</a>.   Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran,  dan  penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter   (misalnya tentang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Persediaan_uang">persediaan uang</a>, <a title="Monetarisme (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Monetarisme&amp;action=edit&amp;redlink=1">mazhab monetarisme</a>), dan memengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang.</p>
<p>Jenis-jenis uang<br />
Uang Kartal<br />
Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah   alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan   transaksi jual beli sehari-hari.<br />
Menurut Undang-undang Bank Sentral No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1,   Bank Indonesia mempunyai hak tunggal untuk mengeluarkan uang logam dan   kertas. Hak tunggal untuk mengeluarkan uang yang dimiliki Bank Indonesia   tersebut disebut hak oktroi.</p>
<p>Jenis Uang Kartal Menurut Lembaga Yang Mengeluarkannya<br />
Menurut Undang-Undang Pokok Bank Indonesia No. 11/1953, terdapat dua jenis uang kartal, yaitu uang negara dan uang bank.<br />
Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri :<br />
• Dikeluarkan oleh pemerintah<br />
• Dijamin oleh undang undang<br />
• Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya<br />
• Ditanda tangani oleh mentri keuangan<br />
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank.</p>
<p>Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut.<br />
• Dikeluarkan oleh Bank Sentral<br />
• Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral<br />
• Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank Indonesia)<br />
• Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.<br />
<strong><br />
B. Jenis Uang Kartal Menurut Bahan Pembuatnya</strong></p>
<p>A. Uang logam<br />
Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak   memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak   yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan   diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah. Emas   dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil. Di  zaman  sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari  nilai  nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa  sejumlah emas  dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.<br />
Uang logam memiliki tiga macam nilai.<br />
Nilai Intrinsik yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya   berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang. Menurut   sejarah, uang emas dan perak pernah dipakai sebagai uang. Ada beberapa   alasan mengapa emas dan perak dijadikan sebagai bahan uang antara lain :<br />
• Tahan lama dan tidak mudah rusak (Durability)<br />
• Digemari oleh umum atau sebagian besar masyarakat (Acceptability)<br />
• Nilainya tinggi dan jumlahnya terbatas (Scarcity)<br />
• Nilainya tetap sekalipun dipecah menjadi bagian-bagian kecil (Divisibility)<br />
Sekalipun emas dan perak sudah memenuhi syarat-syarat uang, namun pada   saat ini, emas dan perak tidak dipakai lagi sebagai bahan uang karena   beberapa alasan, yaitu:[rujukan?]<br />
• Jumlahnya sangat langka sehingga sulit didapatkan dalam jumlah besar.<br />
• Kadar emas disetiap daerah berbeda-beda menyebabkan persediaan emas tidak sama<br />
• Nilainya tidak dapat diukur dengan tepat<br />
• Uang emas semakin hilang dari peredaran, biasanya karena banyak yang dilebur atau dijadikan perhiasan.<br />
Nilai Nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga   yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau   lima ratus rupiah (Rp. 500,00).<br />
Nilai Tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan   dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya   dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat   ditukarkan dengan semangkuk bakso).</p>
<p>B. Uang kertas<br />
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap   tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU   No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang   kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas   atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).</p>
<p>Uang kertas mempunyai nilai karena nominalnya. Oleh karena itu, uang   kertas hanya memiliki dua macam nilai, yaitu nilai nominal dan nilai   tukar. Ada 2(dua) macam uang kertas :<br />
• Uang Kertas Negara (sudah tidak diedarkan lagi), yaitu uang kertas   yang dikeluarkan oleh pemerintah dan alat pembayaran yang sah dengan   jumlah yang terbatas dan ditandatangani mentri keuangan.<br />
• Uang Kertas Bank, yaitu uang yang dikeluarkan oleh bank sentral,<br />
Beberapa keuntungan penggunaan alat tukar (uang) dari kertas di antaranya :<br />
• Penghematan terhadap pemakaian logam mulia<br />
• Ongkos pembuatan relatif murah dibandingkan dengan ongkos pembuatan uang logam.<br />
• Peredaran uang kertas bersifat elastis (karena mudah dicetak dan   diperbanyak) sehingga mudah diseusaikan dengan kebutuhan akan uang<br />
• Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar</p>
<p>Uang Giral<br />
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan   adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di   Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum   selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992,   definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat   digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat   berupa cek, giro, atau telegrafic transfer.<br />
Uang giral bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Artinya, masyarakat boleh menolak dibayar dengan uang giral.<br />
Terjadinya uang giral</p>
<p>Uang giral dapat terjadi dengan cara berikut.<br />
• Penyetoran uang tunai kepada bank dan dicatat dalam rekening koran   atas nama penyetor, penyetor menerima buku cek dan buku biro gilyet.   Uang tersebut sewaktu-waktu dapat diambil atau penyetor menerima   pembayaran utang dari debitur melalui bank. Penerimaan piutang itu oleh   bank dibukukan dalam rekening koran orang yang bersangkutan. Cara di   atas disebut primary deposit.<br />
• Karena transaksi surat berharga. Uang giral dapat diciptakan dengan   cara menjual surat berharga ke bank, lalu bank membukukan hasil   penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari yang menjual.   Cara ini disebut derivative deposit<br />
• Mendapat kredit dari bank yang dicatat dalam rekening koran dan dapat   diambil sewaktu-waktu. Cara ini disebut dengan loan deposit.<br />
Keuntungan menggunakan uang giral<br />
Keuntungan menggunakan uang giral sebagai berikut.<br />
• Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang<br />
• Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas,   nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan (yang ditulis oleh pemilik   cek/bilyet giro)<br />
• Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa   segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara   pemblokiran.</p>
<p>Uang Kuasi<br />
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat   pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka  dan  tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.</p>
<p>Sumber :</p>
<p>http://ziakhalidah.blogspot.com/</p>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Penciptaan_uang</p>
<p>http://ekonurzhafar.wordpress.com/2010/06/01/uang-bank-dan-penciptaan-uang/</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azenismail.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azenismail.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azenismail.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azenismail.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azenismail.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azenismail.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azenismail.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azenismail.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azenismail.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azenismail.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azenismail.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azenismail.wordpress.com/327/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azenismail.wordpress.com/327/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azenismail.wordpress.com/327/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=327&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/uang-bank-dan-penciptaan-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70d0a1db29411708a6cb79fcdf29baeb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azenismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian tertutup Sederhana dan pertumbuhan Ekonomi</title>
		<link>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/analisis-pendapatan-nasional-untuk-perekonomian-tertutup-sederhana-dan-pertumbuhan-ekonomi/</link>
		<comments>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/analisis-pendapatan-nasional-untuk-perekonomian-tertutup-sederhana-dan-pertumbuhan-ekonomi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 08:17:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azenismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Organisasi Umum #]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azenismail.wordpress.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi . Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara. BAB XI &#38; XII A. Pengertian Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor Pendapatan Nasional [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=324&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post-body-8262692675184096676"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<div>Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup  Sederhana Dua Sektor</div>
<p>Pendapatan  Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua    Sektor adalah  Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah   subsidi  .  Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki   penduduk  suatu  negara.</p>
<p><strong>BAB XI &amp; XII </strong></p>
<p><strong>A. Pengertian</strong></p>
<div>Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup  Sederhana Dua Sektor</div>
<p>Pendapatan  Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua    Sektor adalah  Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah   subsidi  .  Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki   penduduk  suatu  negara. Pendapatan Nasional dengan Perekonomian   Tertutup  Sederhana Dua Sektor  merupakan penjumlahan dari lima hal ,   yaitu<br />
a. Upah atau gaji yang diterima  buruh atau karyawan<br />
b. Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis  individu (bukan perusahaan)<br />
c. Keuntungan perusahaan<br />
d. Pendapatan bunga  selisih dari perusahaan<br />
e. Pendapatan sewa</p>
<p><strong>B. Model anlalisis dengan  variabel investasi dan tabungan</strong></p>
<p>Model Analisis dengan variabel investasi tabungan  adalah pengeluaran    yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang  lebih    banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang    ditambahkan  kepada komponen-komponen barang modal .<br />
Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel  investasi    tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui     pengoperasiaan mesin dan pabrik .<br />
Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup 4 aspek sebagai  berikut, yaitu :</p>
<ol>
<li>Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit /  surplus anggaran dan sumber-sumber pembiayaannya;</li>
<li>Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil     melalui pengaruhnya terhadap Pengeluaran Konsumsi dan Pembentukan Modal    Tetap  Domestik Bruto (PMTDB) pemerintah;</li>
<li>Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi     keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang    beredar;</li>
<li>Dampak Valuta Asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh  operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.</li>
</ol>
<p>Terdapat sumber data untuk memperkirakan Investasi dan Tabungan  Nasional, yaitu :</p>
<ul>
<li>data Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku menurut  penggunaan [lihat tabel III dan III.1]</li>
<li>Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan B.P.S., Bank  Indonesia, dan Departemen  Keuangan.</li>
</ul>
<p>Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto terlihat   adanya   kecenderungan untuk lebih menggunakan data Produk Domestik  Bruto   menurut  penggunaan. Kalau kita menganggap bahwa perkiraan  Investasi dan   Tabungan  Nasional Bruto yang dihasilkan oleh Tim  Gabungan B.P.S.,  Bank  Indonesia, dan  Departemen Keuangan lebih  mendekati kebenaran,  maka  seyogyanya data statistik  Produk Domestik  Bruto menurut  penggunaan yang  dipublikasikan oleh B.P.S. perlu   diperbaiki.</p>
<p><strong>C. Hubungan antara pertumbuhan  ekonomi, inflsi dan pengangguran</strong></p>
<p>Salah Satu masalah  jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi, pengangguran dan neraca  pembayaran.<br />
Inflasi (<em>inflation</em>) adalah  gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus  menerus.<br />
Ada tiga jenis inflasi yaitu:<br />
1) inflasi tarikan permintaan  (<em>demand-pull inflation</em>)<br />
2) inflasi desakan biaya  (<em>cost-push inflation</em>)<br />
3) inflasi karena pengaruh impor  (<em>imported inflation</em>).<br />
Tingkat inflasi yang  terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu    ukuran untuk mengukur baik  buruknya masalah ekonomi yang dihadapi    suatu negara. Bagi negara yang  perekonomiannya baik, tingkat inflasi    yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4  persen per tahun.<br />
Tingkat inflasi yang berkisar antara  2 sampai 4 persen dikatakan    tingkat inflasi yang rendah. Selanjut tingkat  inflasi yang berkisar    antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang  tinggi.<br />
Didasarkan pada fakta itulah A.W. Phillips mengamati hubungan  antara    tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Dari hasil pengamatannya,     ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat    pengangguran,  dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan    rendah. Hasil pengamatan  Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip.<br />
Kurva Philip<br />
<a href="http://amahabas.files.wordpress.com/2011/03/image002.png"><img src="http://amahabas.files.wordpress.com/2011/03/image002.png?w=300&#038;h=253&#038;h=253" alt="" width="300" height="253" /></a><br />
Masalah  utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia    adalah  masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi.   Hal   tersebut disebabkan karena, pertambahan tenaga kerja baru jauh   lebih  besar  dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat    disediakan setiap  tahunnya.<br />
Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan     ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi.    Pengangguran  merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek    yang selalu dihadapi  setiap negara. Karena itu, setiap perekonomian dan    negara pasti menghadapi  masalah pengangguran, yaitu pengangguran    alamiah (natural rate of  unemployment).<br />
Untuk menggambarkan kurva Phillips di Indonesia digunakan data     tingkat inflasi tahunan dan tingkat pengangguran yang ada. Data    digunakan adalah  data dari tahun 1980 hingga tahun 2005. Berdasarkan    hasil pengamatan dengan data  yang ada, maka kurva Phillips untuk    Indonesia terlihat seperti gambar  berikut :<br />
<a href="http://amahabas.files.wordpress.com/2011/03/image003.png"><img src="http://amahabas.files.wordpress.com/2011/03/image003.png?w=300&#038;h=174&#038;h=174" alt="" width="300" height="174" /></a><br />
<em> </em></p>
<div><em><br />
</em></div>
<p><em><br />
</em><br />
<em>Kurva Phillips untuk Indonesia</em><br />
A.W. Phillips menggambarkan bagaimana sebaran hubungan  antara inflasi    dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi     merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat. Dengan    naiknya  permintaan agre-gat, maka sesuai dengan teori permintaan, jika    permintaan naik  maka harga akan naik. Dengan tingginya harga  (inflasi)   maka untuk memenuhi  permintaan tersebut produsen  meningkatkan  kapasitas  produksinya dengan menambah  tenaga kerja  (tenaga kerja  merupakan  satu-satunya input yang dapat meningkatkan   output). Akibat  dari  peningkatan permintaan tenaga kerja maka dengan  naiknya   harga-harga  (inflasi) maka, pengangguran berkurang.<br />
Menggunakan  pendekatan A.W.Phillips dengan menghubungkan antara    pengangguran dengan tingkat  inflasi untuk kasus Indonesia kurang tepat.    Hal ini  didasarkan pada hasil analisis tingkat pengangguran dan    inflasi di Indonesia  dari tahun 1980 hingga 2005, ternyata secara    statistik maupun grafis tidak ada  pengaruh yang signifikan antara    inflasi dengan tingkat pengangguran.</p>
<p>Sumber  :</p>
<p>http://www.endz4shared.co.cc/2010/05/pengertian-pendapatan-nasional.html</p>
<p>http://keketonly.blogspot.com/2010/05/tugas-teori-organisasi-umum-2-bab-10-14.html</p>
<p>http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/03/tou-2-analisis-pendapatan-nasional-untuk-perekonomian-tertutup-sederhana-dan-pertumbuhan-ekonomi/</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azenismail.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azenismail.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azenismail.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azenismail.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azenismail.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azenismail.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azenismail.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azenismail.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azenismail.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azenismail.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azenismail.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azenismail.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azenismail.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azenismail.wordpress.com/324/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=324&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/analisis-pendapatan-nasional-untuk-perekonomian-tertutup-sederhana-dan-pertumbuhan-ekonomi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70d0a1db29411708a6cb79fcdf29baeb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azenismail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://amahabas.files.wordpress.com/2011/03/image002.png?w=300&#038;h=253" medium="image" />

		<media:content url="http://amahabas.files.wordpress.com/2011/03/image003.png?w=300&#038;h=174" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pendapatan Nasional</title>
		<link>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/pendapatan-nasional/</link>
		<comments>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/pendapatan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 08:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azenismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Organisasi Umum #]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azenismail.wordpress.com/?p=322</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=322&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post-body-1213639749284974730"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p><strong>Pendapatan nasional</strong> adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh   seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan   faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.  Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh <a title="Sir William Petty (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sir_William_Petty&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sir William Petty</a> dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1665">1665</a>.   Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan  nasional  merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun.  Namun,  pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi  modern, sebab  menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah  satu-satunya  unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut  mereka, alat utama  sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk  Nasional Bruto (<em>Gross National Product</em>,  GNP), yaitu seluruh  jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun  oleh negara yang  bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu  negara.</p>
<p><strong>BAB X</strong></p>
<p><strong>A. Pengertian</strong></p>
<p>Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh <a title="Sir William Petty (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sir_William_Petty&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sir William Petty</a> dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1665">1665</a>.   Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan  nasional  merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun.  Namun,  pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi  modern, sebab  menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah  satu-satunya  unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut  mereka, alat utama  sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk  Nasional Bruto (<em>Gross National Product</em>,  GNP), yaitu seluruh  jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun  oleh negara yang  bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu  negara.</p>
<p>Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional</p>
<ul>
<li><strong>Produk Domestik Bruto (GDP)</strong>
<dl>
<dd>Produk domestik bruto (<em>Gross Domestic Product</em>) merupakan   jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit   produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu   tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang   dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di   wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan  termasuk  barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya,  karenanya jumlah  yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat  bruto/kotor.</dd>
</dl>
</li>
</ul>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Downtown_New_York_City_from_the_Empire_State_Building_June_2004.JPG&amp;filetimestamp=20050825135949"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8a/Downtown_New_York_City_from_the_Empire_State_Building_June_2004.JPG/200px-Downtown_New_York_City_from_the_Empire_State_Building_June_2004.JPG" alt="" width="200" height="150" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Downtown_New_York_City_from_the_Empire_State_Building_June_2004.JPG&amp;filetimestamp=20050825135949"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara</p></div>
</div>
</div>
<ul>
<li><strong>Produk Nasional Bruto (GNP)</strong>
<dl>
<dd>Produk Nasional Bruto (<em>Gross National Product</em>) atau PNB   meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh   penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil   produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada   di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing   yang beroperasi di wilayah negara tersebut.</dd>
</dl>
</li>
<li><strong>Produk Nasional Neto (NNP)</strong>
<dl>
<dd>Produk Nasional Neto (<em>Net National Product</em>) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut <em>replacement</em>). <em>Replacement</em> penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang   dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin   saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif   kecil.</dd>
</dl>
</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Pendapatan Nasional Neto (NNI)</strong>
<dl>
<dd>Pendapatan Nasional Neto (<em>Net National Income</em>) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a> sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang <a title="Pajak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pajak">pajak tidak langsung</a>.   Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat   dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.</dd>
</dl>
</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Pendapatan Perseorangan (PI)</strong>
<dl>
<dd>Pendapatan perseorangan (<em>Personal Income</em>)adalah jumlah   pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk   pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan   perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (<em>transfer payment</em>). <em>Transfer payment</em> adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi   tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun   lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para   pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya.   Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi   dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha   kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap   ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya   keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang   dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud   untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi   bekerja).</dd>
</dl>
</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)</strong>
<dl>
<dd>Pendapatan yang siap dibelanjakan (<em>Disposable Income</em>)  adalah  pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan  jasa  konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi   investasi. <em>Disposable income</em> ini diperoleh dari <em>personal income</em> (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (<em>direct tax</em>)   adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain,   artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak   pendapatan.</dd>
</dl>
</li>
</ul>
<p><strong>B. Penghitungan</strong></p>
<p>Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:</p>
<ul>
<li>Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh  pendapatan  (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga  konsumsi dalam  suatu negara selama satu periode tertentu sebagai  imbalan atas  faktor-faktor produksi yang diberikan kepada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perusahaan">perusahaan</a>.</li>
<li>Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Industri">industri</a>, <a title="Agraris" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agraris">agraris</a>, <a title="Ekstraktif (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ekstraktif&amp;action=edit&amp;redlink=1">ekstraktif</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jasa">jasa</a>, dan <a title="Niaga (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Niaga&amp;action=edit&amp;redlink=1">niaga</a> selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai <em>jasa</em> dan <em>barang jadi</em> (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).</li>
<li>Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh   pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu   negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini   dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku   kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (<em>Consumption</em>), pemerintah (<em>Government</em>), pengeluaran investasi (<em>Investment</em>), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (<em>X</em> − <em>M</em>)</li>
</ul>
<p>Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :<br />
g = {(PDBs-PDBk)/PDBk} x 100%<br />
g = tingkat pertumbuhan ekonomi PDBs = PDB riil tahun sekarang PDBk = PDB riil tahun kemarin<br />
Contoh soal :<br />
PDB Indonesia tahun 2008 = Rp. 467 triliun, sedangkan PDB pada tahun   2007 adalah = Rp. 420 triliun. Maka berapakah tingkat pertumbuhan   ekonomi pada tahun 2008 jika diasumsikan harga tahun dasarnya berada   pada tahun 2007 ?<br />
jawab :<br />
g = {(467-420)/420}x100% = 11,19%</p>
<p><strong>C. Manfaat</strong></p>
<p>Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan   untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa   yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan  pendapatan  nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya  untuk  mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data  pendapatan  nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara  menjadi negara  <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Industri">industri</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertanian">pertanian</a>, atau negara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jasa">jasa</a>. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> termasuk negara pertanian atau agraris, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang">Jepang</a> merupakan negara industri, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura">Singapura</a> termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.<br />
Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk   menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap   pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri,   perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk   membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan   perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan   perumusan kebijakan pemerintah.</p>
<p><strong>D. Faktor-faktor yang mempengaruhi</strong></p>
<ul>
<li><strong>Permintaan dan penawaran agregat</strong>
<dl>
<dd>Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan   permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga.   Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa   yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat  harga,  sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara  keseluruhan  penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh   perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.</dd>
<dd>
<div>
<div><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Shogun_sushi_in_Birmingham_by_KateMonkey.jpg&amp;filetimestamp=20061123075552"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/40/Shogun_sushi_in_Birmingham_by_KateMonkey.jpg/200px-Shogun_sushi_in_Birmingham_by_KateMonkey.jpg" alt="" width="200" height="216" /></a></p>
<div>
<div><a title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Shogun_sushi_in_Birmingham_by_KateMonkey.jpg&amp;filetimestamp=20061123075552"><img src="http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional</p></div>
</div>
</div>
<p>Jika  terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan   tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga,   tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan.   Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan   tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang   selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat   penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan   output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.</dd>
</dl>
</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Konsumsi dan tabungan</strong>
<dl>
<dd>Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang  dan  jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu  (biasanya  satu tahun), sedangkan tabungan (<em>saving</em>) adalah bagian  dari  pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara  konsumsi,  pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini  dapat kita  lihat dari pendapat <strong>Keynes</strong> yang dikenal dengan <em><a title="Psychological consumption (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Psychological_consumption&amp;action=edit&amp;redlink=1">psychological consumption</a></em> yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.</dd>
</dl>
</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Investasi</strong>
<dl>
<dd>Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.</dd>
</dl>
</li>
</ul>
</div>
<div id="post-body-1213639749284974730">Sumber :</p>
<p>http://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional</p></div>
<div>http://satrio-justinimajination.blogspot.com/search/label/KULIAH</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azenismail.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azenismail.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azenismail.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azenismail.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azenismail.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azenismail.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azenismail.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azenismail.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azenismail.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azenismail.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azenismail.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azenismail.wordpress.com/322/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azenismail.wordpress.com/322/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azenismail.wordpress.com/322/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=322&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/pendapatan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70d0a1db29411708a6cb79fcdf29baeb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azenismail</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8a/Downtown_New_York_City_from_the_Empire_State_Building_June_2004.JPG/200px-Downtown_New_York_City_from_the_Empire_State_Building_June_2004.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/40/Shogun_sushi_in_Birmingham_by_KateMonkey.jpg/200px-Shogun_sushi_in_Birmingham_by_KateMonkey.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bits.wikimedia.org/skins-1.17/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Struktur Pasar</title>
		<link>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/struktur-pasar/</link>
		<comments>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/struktur-pasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 08:10:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azenismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Organisasi Umum #]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azenismail.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan. BAB VIII &#38; IX A. PENGERTIAN pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu, sehingga akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=320&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post-body-2040395158695418355"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p>pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan   (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu,   sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan   jumlah yang diperdagangkan.</p>
<p><strong>BAB VIII &amp; IX </strong></p>
<p><strong> A. PENGERTIAN</strong></p>
<p>pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan   (pembeli) dan penawaran (penjual) dari suatu barang/jasa tertentu,   sehingga akhirnya dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan   jumlah yang diperdagangkan.<br />
Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual,  maka  akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual.</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat melihat pasar dalam bentuk  fisik  seperti pasar barang (barang konsumsi). Secara sederhana pasar  dapat  dikelompokkan menjadi:</p>
<p>a. Menurut segi fisiknya, pasar dapat dibedakan menjadi beberapa macam, di antaranya:<br />
1) pasar tradisional<br />
2) pasar raya<br />
3) pasar abstrak<br />
4) pasar konkrit<br />
5) toko swalayan<br />
6) toko serba ada</p>
<p>b. Sedangkan berdasarkan <em>jenis barang yang dijual</em>, pasar dibedakan menjadi beberapa macam di antaranya:<br />
1) pasar ikan<br />
2) pasar sayuran<br />
3) pasar buah-buahan<br />
4) pasar barang elektronik<br />
5) pasar barang perhiasan<br />
6) pasar bahan bangunan<br />
7) bursa efek dan saham.</p>
<p>Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu <strong>produsen </strong>dan <strong>konsumen</strong>. Kedua subyek tersebut masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar.<br />
Struktur Pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk   pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan,   banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke   dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.<br />
Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan   pasar persaingan tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoli,   monopolistik dan monopsoni).</p>
<p><strong>B. Struktur Pasar terdiri dari :</strong></p>
<p>Pasar Persaingan Sempurna<br />
Pengertian pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi   antara permintaan dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual   sedemikian rupa banyaknya atau tidak terbatas.<br />
Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah:<br />
a. Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.<br />
b. Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).<br />
c. Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar.<br />
d. Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.<br />
e. Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.<br />
f. Penjual atau produsen hanya berperan sebagai <em>price taker </em>(pengambil harga).<br />
Pasar Persaingan tidak Sempurna</p>
<p><strong>a. Pasar Monopoli</strong><br />
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan   penawaran di mana hanya ada satu penjual/produsen yang berhadapan dengan   banyak pembeli atau konsumen.<br />
Ciri-ciri dari pasar monopoli adalah:<br />
1) hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran;<br />
2) tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip (close substitute);<br />
3) produsen memiliki kekuatan menentukan harga; dan<br />
4) tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan.<br />
Anda tentu bertanya mengapa terjadi pasar monopoli. Ada beberapa   penyebab terjadinya pasar monopoli, di antara penyebabnya adalah sebagai   berikut:<br />
1) Ditetapkannya Undang-undang (Monopoli Undang-undang). Atas   pertimbangan pemerintah, maka pemerintah dapat memberikan hak pada suatu   perusahaan seperti PT. Pos dan Giro, PT. PLN.<br />
2) Hasil pembinaan mutu dan spesifikasi yang tidak dimiliki oleh   perusahaan lain, sehingga lama kelamaan timbul kepercayaan masyarakat   untuk selalu menggunakan produk tersebut.<br />
3) Hasil cipta atau karya seseorang yang diberikan kepada suatu   perusahaan untuk diproduksi, yang kita kenal dengan istilah hak paten   atau hak cipta.<br />
4) Sumber daya alam. Perbedaan sumber daya alam menyebabkan suatu   produk hanya dikuasai oleh satu daerah tertentu seperti timah dari pulau   Bangka.<br />
5) Modal yang besar, berarti mendukung suatu perusahaan untuk lebih mengembangkan dan penguasaan terhadap suatu bidang usaha.</p>
<p><strong>b. Pasar Oligopoli</strong><br />
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran,<strong> </strong>di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan<strong> </strong>pasar.<strong> </strong><br />
Ciri-ciri dari pasar oligopoli adalah:<br />
1) Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.<br />
2) Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak (differentiated product), seperti air minuman aqua.<br />
3) Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.<br />
4) Satu di antaranya para oligopolis merupakan <em>price leader </em>yaitu   penjual yang memiliki/pangsa pasar yang terbesar. Penjual ini memiliki   kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para penjual lainnya   harus mengikuti harga tersebut. Contoh dari produk oligopoli: semen, air   mineral.</p>
<p><strong>c. Pasar Duopoli</strong><br />
Duopoli adalah suatu pasar di mana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh dua perusahaan.<br />
Contoh: Penawaran minyak pelumas dikuasai oleh Pertamina dan Caltex.</p>
<p><strong>d. Monopolistik</strong><br />
Pasar monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan   dengan penawaran di mana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan   barang yang sama. Pasar monopolistik merupakan pasar yang memiliki   sifat monopoli pada spesifikasi barangnya. Sedangkan unsur persaingan   pada banyak penjual yang menjual produk yang sejenis.<br />
Contoh: produk sabun yang memiliki keunggulan misalnya untuk kecantikan,<br />
kesehatan dan lain-lain.<br />
Ciri-ciri dari pasar monopolistik adalah:<br />
1) Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar.<br />
2) Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated product.<br />
3) Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.<br />
4) Untuk memenangkan persaingan setiap penjual aktif melakukan promosi/iklan.<br />
5) Keluar masuk pasar barang/produk relatif lebih mudah.</p>
<p><strong>e. Pasar Monopsoni</strong><br />
Bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi   permintaan atau pembelinya. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan   dalam menentukan harga. Dalam pengertian ini, pasar monopsoni adalah   suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana   permintaannya atau pembeli hanya satu perusahaan.<br />
Contoh yang ada di Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli alat-alat kereta api.</p>
<p>Sumber :<br />
wikipedia.com<br />
Richard G. Lipsey, dkk., Pengantar Ekonomi Jilid 2 Edisi delapan, Jakarta: Erlangga, 1987.<br />
www.google.com</p>
<p>http://indah11108009.wordpress.com/2010/04/08/struktur-pasar/</p></div>
<div>http://satrio-justinimajination.blogspot.com/search/label/KULIAH</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azenismail.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azenismail.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azenismail.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azenismail.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azenismail.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azenismail.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azenismail.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azenismail.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azenismail.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azenismail.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azenismail.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azenismail.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azenismail.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azenismail.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=320&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/struktur-pasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70d0a1db29411708a6cb79fcdf29baeb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azenismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perilaku Produsen</title>
		<link>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/perilaku-produsen/</link>
		<comments>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/perilaku-produsen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 08:05:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azenismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Organisasi Umum #]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azenismail.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[PENDAHULUAN Produksi merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah. BAB V A. PENGERTIAN Produksi merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=316&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>PENDAHULUAN</p>
<p>Produksi merupakan konsep arus <em>(flow consept)</em>, bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.</p>
<p>BAB V</p>
<p>A. PENGERTIAN</p>
<p>Produksi merupakan konsep arus <em>(flow consept)</em>, bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.</p>
<p>1.1 Fungsi Produksi</p>
<p>Fungsi Produksi adalah fungsi yang menggambarkan hubungan teknis antara input dan output.</p>
<ul>
<li>
<div>Model   matematis yang menunjukkan hubungan antara jumlah faktor produksi   (input) yang digunakan dengan jumlah barang atau jasa (output) yang   dihasilkan.</div>
</li>
<li>
<div>Fungsi Produksi Total (Total Product): TP</div>
</li>
</ul>
<div>TP ↔ Q = f(L, K); L = tenaga kerja, K = Modal</div>
<div>Produksi rata-rata (Average Product): AP</div>
<div>APL = TP/L atau APK = TP/K</div>
<div>Produksi Marjinal (Marginal Product): MP</div>
<div>MPL = ∆TP/∆L atau MPK = ∆TP/∆K</div>
<div>Asumsi   dasar untuk menjelaskan fungsi produksi ini adalah berlakunya “The Law   Of Diminishing Return” yang menyatakan bahwa apabila suatu input   ditambahkan dan input-input lain tetap, maka tambahan output dari setiap   tambahan satu unit input yang ditambahkan mula-mula menaik, tapi pada   suatu tingkat tertentu akan menurun jika input tersebut terus   ditambahkan. Jadi dalam hukum ini ada 3 tingkat produksi :</div>
<div>Tahap 1 : Produksi terus bertambah dengan cepat</div>
<div>Tahap 3 : Pertambahan produksi total semakin berkurang</div>
<div>Marginal Physical Product (MPP) adalah tambahan output yang dihasilkan sebagai akibat dari penamabahan 1 unit input.</div>
<p>Marginal   Physical Product disebut juga dengan The Law Diminishing Marginal   Product. Kurva Total Physical (TPP) adalah kurva yang menunjukkan   tingkat produksi total pada berbagai tingkat penggunaan input variable.   Kurva Marginal Physical Product adalah kurva yang menunjukkan tambahan   dari input physical product yang disebabkan oleh penhggunaan tambahan 1   unit input variable.Kurva Averege Physical Product (APP) adalah kurva  yang menunjukkan hasil  rata-rata perunit input variable pada berbagai  tingkat penggunaan input  tersebut.</p>
<p>B. Produksi Optimal</p>
<div>Penentuan   pola produksi optimal merupakan masalah yang penting dalam suatu   perusahaan, karena menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan dan   merencanakan kebutuhan dan tingkat produksi perusahaan. Ada  tiga macam  pola produksi yaitu: pola produksi konstan, pola produksi  bergelombang  dan pola produksi moderat. Tujuannya adalah untuk  mengetahui hasil  ramalan penjualan dan untuk mengetahui pola produksi  optimal yang tepat  untuk diterapkan pada perusahaan.</div>
<div>Dalam   melakukan analisis data yang ada dalam perusahaan yang sesuai dengan   pokok permasalahan , maka teknik analisis data yang dilakukan adalah   analisis incremental cost yaitu suatu analisis yang mempertimbangkan   biaya-biaya tambahan yang muncul dalam proses produksi dari   masimg-masing alternative pola produksi yang ada. Biaya-biaya yang   dipertimbangkan adalah biaya simpan, biaya lembur, biaya perputaran   tenaga kerja dan biaya subkontrak. Sedangkan untuk menentukan pola   penjualan yang ada dalam perusahaan dilakukan ramalan penjualan dengan   metode exponential smoothing Alpha 0.5.</div>
<div><strong>Least Cost Combination </strong></div>
<div><strong> </strong>Isoquant atau Isoproduct Curve adalah   kurva yang menunjukkan hubungan antara berbagai kemungkinan 2 input   variabel dengan tingakat output tertentu atau Kurva yang menghubungkan   titik kombinasi input untuk menghasilkan tingkat output yang sama.</div>
<div><strong>Marjinal Rate of Technical Substitution (MRTS)</strong></div>
<div>Jumlah   input L yang dapat disubstitusikan terhadap input K agar tingkat  output  yang dihasilkan tidak berubah. Menunjukkan tingkat penggantian  marjinal  yang semakin kecil sepanjang pergerakan ke bawah kurva  isooquant.</div>
<div><strong>Kendala Anggaran Produsen (Kurva Isocost)</strong></div>
<div>Isocost   atau Garis Ongkos sama adalah kombinasi faktor-faktor produksi yang   dapat diperoleh dengan mengeluarkan sejumlah ongkos tertentu. Untuk   menggambar Isocost ini harus diketahui uang tersedia dan harga   masing-masing factor produksi/input.</div>
<div>Anggaran   tertinggi yang mampu disediakan produsen untuk membeli input yang   digunakan dalam proses produksi dihubungkan dengan harga input.</div>
<div>PKK + PLL ≤ C atau</div>
<div>PKK + PLL = C</div>
<div><strong>Kombinasi Input Variabel Biaya Terendah <em>(Least Cost Combination)</em></strong></div>
<ul>
<li>
<div>Terjadi pada titik singgung antara kurva isoquant dengan kurva isocost.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div>Kondisi penggunaan input variabel yang dapat meminimumkan biaya:</div>
</li>
</ul>
<div>Sumber :</div>
<ul>
<li>
<div><a href="http://www.yohanli.com/perilaku-produsen-supply-function-dan-production-function.html">http://www.yohanli.com/perilaku-produsen-supply-function-dan-production-function.html</a></div>
</li>
<li>
<div>Bab V Teori Produksi, Perilaku Produsen, Muh. Yunanto</div>
</li>
<li>
<div>Bab 3 Funsi Produksi, Ongkos Produksi, dan Penerimaan</div>
<div>http://ika88fish.blogspot.com/2010/05/perilaku-produsen.html</div>
</li>
</ul>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azenismail.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azenismail.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azenismail.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azenismail.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azenismail.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azenismail.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azenismail.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azenismail.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azenismail.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azenismail.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azenismail.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azenismail.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azenismail.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azenismail.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=316&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/perilaku-produsen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70d0a1db29411708a6cb79fcdf29baeb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azenismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perilaku Konsumen</title>
		<link>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/perilaku-konsumen/</link>
		<comments>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/perilaku-konsumen/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 07:57:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>azenismail</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teori Organisasi Umum #]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azenismail.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Pendahuluan Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=313&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pendahuluan  Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan dengan pertimbangan yang matang.  Bab III &amp; IV  A. APLIKASI  Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli.Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ketiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.  B. PENDEKATAN DALAM MENELITI PERILAKU KONSUMEN Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya. Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perliku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen. Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis. Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.  C. RODA ANALISIS KONSUMEN  Roda analisis konsumen adalah kerangka kerja yang digunakan marketer untuk meneliti, menganalisis, dan memahami perilaku konsumen agar dapat menciptakan strategi pemasaran yang lebih baik. Roda analisis konsumen terdiri dari tiga elemen: afeksi dan kognisi, lingkungan, dan perilaku.  3.1 AFEKSI DAN KOGNISI   Elemen pertama adalah afeksi dan kognisi. Afeksi merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian, misalnya apakah konsumen menyukai sebuah produk atau tidak. Kognisi mengacu pada pemikiran konsumen, misalnya apa yang dipercaya konsumen dari suatu produk. Afeksi dan kognisi berasal dari sistem yang disebut sistem afeksi dan sistem kognisi. Meskipun berbeda, namun keduanya memiliki keterkaitan yang sangat kuat dan saling memengaruhi. Manusia dapat merasakan empat tipe respons afektif: emosi, perasaan tertentu, mood, dan evaluasi. Setiap tipe tersebut dapat berupa respons positif atau negatif. Keempat tipe afeksi ini berbeda dalam hal pengaruhnya terhadap tubuh dan intensitas perasaan yang dirasakan. Semakin kuat intensitasnya, semakin besar pengaruh perasaan itu terhadap tubuh, misalnya terjadi peningkatan tekanan darah, kecepatan pernafasan, keluarnya air mata, atau rasa sakit di perut. Bila intensitasnya lemah, maka pengaruhnya pada tubuh tidak akan terasa. Sistem kognisi terdiri dari lima proses mental, yaitu: memahami, mengevaluasi, merencanakan, memilih, dan berpikir. Proses memahami adalah proses menginterpretasi atau menentukan arti dari aspek tertentu yang terdapat dalam sebuah lingkungan. mengevaluasi berarti menentukan apakah sebuah aspek dalam lingkungan tertentu itu baik atau buruk, positif atau negatif, disukai atau tidak disukai. Merencanakan berarti menentukan bagaimana memecahkan sebuah masalah untuk mencapai suatu tujuan. Memilih berarti membandingkan alternatif solusi dari sebuah masalah dan menentukan alternatif terbaik, sedangkan berpikir adalah aktifitas kognisi yang terjadi dalam ke empat proses yang disebutkan sebelumnya. Fungsi utama dari sistem kognisi adalah untuk menginterpretasi, membuat masuk akal, dan mengerti aspek tertentu dari pengalaman yang dialami konsumen. Fungsi kedua adalah memproses interpretasi menjadi sebuah task kognitif seperti mengidentifikasi sasaran dan tujuan, mengembangkan dan mengevaluasi pilihan alternatif untuk memenuhi tujuan tersebut, memilih alternatif, dan melaksanakan alternatif itu. Besar kecilnya intensitas proses sistem kognitif berbeda-beda tergantung konsumennya, produknya, atau situasinya. Konsumen tidak selalu melakukan aktifitas kognisi secara ekstensif, dalam beberapa kasus, konsumen bahkan tidak banyak berpikir sebelum membeli sebuah produk.  D. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN   Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni:     1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.    2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).    3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.    4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.    5. Evaluasi pasca pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.   E. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI   Terdapat 5 faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian:     1. Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu.    2. Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut.    3. Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal.    4. Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.  SUMBER MATERI  * http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azenismail.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azenismail.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azenismail.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azenismail.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/azenismail.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/azenismail.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/azenismail.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/azenismail.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azenismail.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azenismail.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azenismail.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azenismail.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azenismail.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azenismail.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azenismail.wordpress.com&amp;blog=10534226&amp;post=313&amp;subd=azenismail&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azenismail.wordpress.com/2011/04/10/perilaku-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/70d0a1db29411708a6cb79fcdf29baeb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azenismail</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
