Pertumbuhan penduduk yang makin cepat mendorongpertumbuhan aspek – aspek kehidupan, yang meliputi aspek Sosial, Ekonomi, Politik, Kebudayaan dan sebagainya. Dengan adnya pertumbuhan aspek – aspek kehidupan tersebut, maka bertambahlah system mata pencarian hidup, dari homogeny menjadi kompleks.
Pertumbuhan penduduk merupakan faktor penting dalam masalah Sosial ekonomi yang umumnya, dan masalah penduduk yang khususnya. Karena disamping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kundisi sosial ekonomi suatu daerah atau Negara bahkan dunia.

Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
Upaya menelusuri sejarah peradaban bangsa Indonesia mulai dari zaman batu sampai zaman logam, sunghguh akan berliku dan memerlukan waktu pembahasan yang panjang. Menurut para ahli prehistoris ternyata zaman batu terbagi menjadi 2 dua yaitu :
Zaman Batu Tua (Paleolitikum)
Zaman Batu Muda (Neolitikum)
Alat bantu pada Zaman Batu Tua, baik bentuk maupun permukaan peralatan masih kasar.
Zaman batu Muda benr – benar membawa revolusi dalam kehidupan manusia, Pada zaman ini mereka mulai hidup menetap, membuat rumah, dan membentuk kelompok masyarakat desa, bertani dan beternak untuk memenuhi kebutuhan hidup..

Kebudayaan Hindu, Budha dan Islam
Pada abad ke 3 dan ke 4 agama hindu masuk ke Indonesia khususnya di pulau Jawa, perpadua atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu.
Sekitar abad ke 5 ajaran Budha atau Budhisme Masuk ke Indonesia khusus nya ke pulau Jawa. Ajaran Budha dikatakan berpandangan lebih maju karena tidak menghendaki adanya kasta – kasta dalam masyarakat.
Kebudayaan Islam
Pada abad ke 15 dan 16 agama Islam telah dikembangkan di Indonesia oleh para pemuka – pemuka Islam yang disebut Wali Songo.
Titik sentral penyebaran agama Islam pada saat itu terletak di pulau Jawa .

Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan yang juga member warna terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah budaya Barat.
Awl kebudayaan Barat masuk ke Indonesia adalah ketika para penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda.
Berbagai penelitian antropologi budaya menunjukan bahwa terdapat korelasi diantara corak – corak anggota masyarakat.