ANAK merupakan harapan bagi orangtua. Banyak orangtua sangat berharap terhadap anak-anak yang telah dibesarkannya. Namun kadang, harapan itu tidak selalu tercapai karena anak yang telah dilahirkan tidak memberikan respons yang baik kepada orangtuanya.

Suka membantah, misalnya. Biasanya sikap-sikap perlawanan tersebut mulai terlihat saat anak memasuki usia remaja.

Remaja juga cenderung memiliki tingkah laku yang buruk dan berani melakukan pemberontakan kepada orangtua (ortu) jika memiliki sesuatu keinginan yang tidak terpenuhi. Lantas, apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi?

“Masa 0 sampai 7 tahun itu untuk bermain, usia 7 sampai 14 tahun masa belajar atau usia emas, dan usia 14 sampai 21 adalah masa di mana anak mencari sahabat,” kata pemilik sekolah sekaligus salah seorang pengajar tetap dari sekolah Kandank Jurang Doank (KJD), Dik Doank saat ditemui okezone saat peluncuran Oops Olezzo di Hongkong Cafe, Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Seniman yang dikenal sangat dekat dengan dunia anak-anak ini memaparkan, bahwa ketika masa usia anak sedang gencar mencari sosok sahabat, dan para orangtua tidak ada di sampingnya karena terlalu sibuk bekerja, maka ada hal yang akan orangtua rasakan di hari tua mereka.

“Anda jangan kaget bila ketika di hari tua nanti, anak-anak tidak ada di samping Anda untuk menemani,” ungkap pria yang akrab dipanggil om ganteng oleh para muridnya tersebut.

Selain itu, masalah yang paling banyak dihadapi orangtua ketika sang buah hati beranjak remaja adalah anak menjadi susah diatur dan selalu ingin memberontak. Bahkan, ada pula remaja yang bila tidak dituruti kemauannya, ulahnya jadi macam-macam.

Misalnya tidak sopan kepada orangtua, malas sekolah, diminta bantuan tidak mau membantu, paling parah adalah keluyuran sepanjang hari. Jika dinasihati, nasihat yang diberikan masuk telinga kanan dan keluar lewat kuping kiri.

Anak seperti ini tentu saja membuat bingung dan sedih kedua orangtua. Padahal, bagi orangtua, keberhasilan si remaja menjadi impian dan alangkah bahagianya jika mempunyai anak yang patuh, rajin, pandai, dan penurut. Kalau sudah begini, Anda sebagai orangtua harus lebih bijak dalam mendidik anak.

“Anda harus berusaha menjadi sahabat anak. Jangan marah, kalau anak Anda diberitahu tapi tidak langsung mengerjakan. Lakukan pendekatan dengan cara yang lebih halus, tanpa membuat Anda marah. Sehingga dia melakukan apa yang Anda perintahkan,” tandas presenter andal ini.