Pola asuh orangtua kepada anaknya berperan terhadap tumbuh-kembang anak. Bahkan pola asuh yang tepat bisa menjadi bekal bagi anak mengembangkan potensi, dan meraih sukses saat dewasa.

Model era 80-an dan pengusaha mode, Dhanny Dahlan, memiliki pengalaman pola asuh yang membuatnya tumbuh mandiri. Kesuksesan yang diraihnya sebagai model dan pengusaha, diakuinya tak lepas dari didikan almarhum ayahnya yang tegas, serta keterbukaan dari kedua orangtuanya.

“Sejak kecil, saya dibolehkan menangis tetapi dilarang cengeng. Mental anak perempuan di keluarga kami sudah dibangun sejak kecil,” kisah Dhanny, memberi contoh kepada peserta lokakarya wirausaha bagi perempuan, tentang bagaimana mental menjadi modal penting untuk sukses.

Tak sekadar diajarkan mental yang kuat, masa kecil Dhanny juga diisi dengan keterbukaan melalui komunikasi di meja makan.

“Komunikasi ada waktunya, saat dining. Saat makan, duduk bersama, setiap orang boleh saling bertanya, diskusi, memberikan argumentasi dan memberi informasi terkini dari masing-masing orang. Kami saling kritik, orangtua juga berlatih berjiwa besar menerima kritik,” kata Dhanny.

Selain terbuka dengan kritik, Dhanny kecil juga terbiasa membuat keputusan, dengan merasa yakin orangtua akan mendukungnya. Bagi Dhanny, pola asuh orangtua yang mendukung aktivitas anak-anaknya, membuat kepercayaan dirinya tumbuh. Ia jadi berani mengambil keputusan sekaligus menanggung risiko atas tindakannya.

Hukuman dan penghargaan juga diperlukan sejak kecil, tutur Dhanny. Cara ini diterapkan keluarga dan membuat Dhanny tak segan meminta maaf jika berbuat salah kepada orangtuanya.

Mental tangguh, terbuka, dan perilaku fair menjadi karakter yang terbangun sejak kecil. Menurut Dhanny cara ini bisa membangun potensi anak sehingga bisa lebih berkembang lagi.

“Peran orangtua adalah tut wuri handayani, mengawasi dari kejauhan dengan memberi kepercayaan kepada anak,” tandas Dhanny.

Bagaimana pola asuh anak Anda, sudahkah membangun kepribadian dan potensinya?