Pengantar
2.
Proses Komunikasi [Organisasi]
– Komunikasi Internal dan Eksternal
– Komunikasi Non Verbal [Kial/Gestur/Isyarat badaniah/Bergambar/Ekspresi wajah, dll]
3.
Peran Komunikasi Kolaboratif dalam Organisasi Bisnis
4.
Hambatan-hambatan Komunikasi
5.
Menjadi Pendengar Yang Efektif [Materi tersendiri]
6.
Saluran Komunikasi Formal dan Informal [Materi tersendiri]
1. PENGANTAR
Organisasi atau Organization atau bersumber dari kata kerja bahasa Latin

Organizare •
to form as or into a whole consisting of interdependent or
coordinated parts [membentuk sebagai atau menjadi keseluruhan dari bagianbagian
yang saling bergantung atau terkoordinasi]

Evert M. Rogers dan Rekha Agarwala Rogers dalam bukunya Communications
in Organization

“a stable system of individuals who work togather to achieve, through a hierarchy of ranks and
division of labour, common goals”

[Suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan
bersama, melalui suatu jenjang kepangkatan dan pembagian tugas]

Robert Bonnington dan Berverd E. Needles, Jr. dalam bukunya Modern
Business : A Systems Approach

Organization is the means by which management coordinates material and human resources
through the design of a formal structure of tasks and authority [Organisasi adalah saranadimana manajemen mengkoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melaluipola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang]

Ditinjau dari aspek Business, organisasi adalah sarana manajemen [ditinjau dari
aspek kegiatannya, bukan struktur].


Tujuan organisasi TIDAK MUNGKIN tercapai tanpa manajemen.

Manajemen TIDAK MUNGKIN ada tanpa organisasi. Manajemen ada, jika
ada tujuan yang akan dicapai atau diselesaikan.
Korelasi antara Ilmu Komunikasi dengan organisasi terletak pada peninjauannya
yang terfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan
organisasi.


Bentuk komunikasi apa yang terjadi

Metode dan teknik apa yang dipakai

Media apa yang dipakai

Bagaimana prosesnya, dan faktor apa saja penghambatnya
Tujuan utama dalam mempelajari komunikasi adalah memperbaiki organisasi. Memperbaiki
organisasi biasanya ditafsirkan sebagai “memperbaiki hal-hal untuk mencapai tujuan
manajemen”. Dengan kata lain, orang mempelajari komunikasi organisasi organisasi untuk
menjadi menajer yang lebih baik. Sebagian penulis berpendapat bahwa manajemen adalah
komunikasi. Seringkali teori tradisional dan petunjuk mengenai organisasi dan komunikasi
organisasi ditulis dari suatu perspektif manajerial dan sangat menekankan suatu pandangan
obyektif.

Karenanya, saya memandang studi komunikasi organisasi sebagai landasan kuat bagi karier
dalam manajemen, pengembangan sumber daya manusia, dan komunikasi perusahaan, dan
tugas-tugas lain yang berorientasikan manusia dalam organisasi.

1

Definisi Fungsional Komunikasi Organisasi

Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran
pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi
tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan
hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu
lingkungan.

Gambar di bawah ini melukiskan konsep suatu sistem komunikasi organisasi. Garis yang putusputus
melukiskan gagasan bahwa hubungan-hubungan ditentukan secara alami; hubunganhubungan
itu juga menunjukkan bahwa struktur suatu organisasi bersifat luwes dan mungkin
berubah sebagai respons terhadap kekuatan-kekuatan lingkungan yang internal dan eksternal.

Gambar 1.1 Sistem Komunikasi Organisasi

Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu
jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah
komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi
menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan.

Unit Komunikasi

Suatu sistem didefinisikan oleh Pool [1973] sebagai “setiap entitas berkelanjutan yang mampu
berada dalam dua keadaan atau lebih” . Dalam suatu sistem komunikasi, keadaan itu adalah
hubungan antara orang-orang. Dalam suatu sistem komunikasi organisasi keadaan tsb adalah
hubungan antara orang-orang dalam jabatan-jabatan [posisi-posisi] . Unit mendasar komunikasi
organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Orang bisa disosialisasikan oleh jabatan,
menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama
jabatan tsb dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figur atau gambar yang sesuai dengan
keadaan orang tsb.

Bila kita melihat apa yang terjadi ketika seseorang terlibat dalam komunikasi, kita
menemukan bahwa terdapat dua bentuk umum tindakan yang terjadi :

1. Penciptaan pesan atau, lebih tepatnya, penciptaan pertunjukkan
[to display
menurut Random House Dictionary of The English Language 1987 : anda membawa sesuatu
untuk diperhatikan seseorang atau orang lain; menyebarkan seseuatu sehingga sesuatu tsb
dapat terlihat secara lengkap dan menyenangkan] .
2.
Penafsiran pesan atau penafsiran pertunjukkan [to intepret : menguraikan atau
memahami sesuatu dengan suatu cara tertentu].

Gambar 1.2 melukiskan kedua proses ini dengan membagi orang yang berperilaku tsb dengan
garis bergerigi.

Gambar 1.2 Suatu Unit Komunikasi

pendapat mengenai komunikasi dan organisasi
PROSES KOMUNIKASI ORGANISASI
KOMUNIKASI INTERNAL

Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan,
dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan
vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan [operasi dan manajemen]
[lihat skema Internal Audience]

Dua dimensi komunikasi internal :

A.
KOMUNIKASI VERTIKAL ! Komunikasi dari pimpinan ke staff, dan dari
staf ke pimpinan dengan cara timbal balik [two way traffic communication].

Downward Communication •
komunikasi atas ke bawah. Contoh
pimpinan memberikan instruksi, petunjuk, informasi, penjelasan, perintah,
pengumuman, rapat, majalah intern [lihat contoh skema]

Upward communication ! dari bawah ke atas. Contoh staf memberikan
laporan, saran-saran, pengaduan, kritikan, kotak saran, dsb kepada
pimpinan [lihat contoh skema]
Hambatannya adalah apabila saluran komunikasi dalam organisasi tidak
berjalan atau digunakan sebagaimana mestinya, karena hal ini berpengaruh
terhadap operasional organisasi [perusahaan].

Organisasi terdiri atas sejumlah orang; melibatkan keadaan saling
bergantung; kebergantungan memerlukan koordinasi; koordinasi
mensyaratkan komunikasi.

Interkasi antara pimpinan organisasi [top manajer dengan middle manager]
dengan audience di luar organisasi

3

Manajer = pemimpin organisasi [swasta, BUMN atau pemerintah] peranannya
dapat berpengaruh terhadap internal public [karyawan] dan external public [di
luar organisasi, tetapi ada pengaruhnya]

1. Peranan Antarpersona [Interpersonal Role]

Peranan Tokoh [figurhead role]

Peranan Pemimpin [leader role]

Peranan Penghubung [liaison role]
2. Peranan Informasional [Informational Role]

Peranan Monitor [monitor role]

Peranan Penyebar [disseminator role]

Peranan Jurubicara [spokesman role]
3. Peranan Memutuskan [Decisional Role]

Peranan Wiraswasta [enterpreneur role]

Peranan Pengendali Gangguan [distrurbance handler role]

Peranan Penentu Sumber [resource allocator role]

Peranan Perunding [negotiator role]
MODEL PROSES KOMUNIKASI ANTAR-PRIBADI