TEMPO Interaktif, Detroit – Anda sebal dengan kemacetan Jakarta? Anda merasa jalanan di Jakarta sudah ruwet? Jangan marah-marah dulu. Jakarta tak masuk dalam 20 kota paling macet di dunia versi IBM. Bahkan kota metropolitian seperti New York, Los Angeles, Montreal dan Paris tak masuk dalam jajaran 10 besar.

Dalam hasil penelitian IBM, yang dikutip laman smartplanet.com, kota paling parah macetnya adalah Beijing, Cina. Penelitian meminta pendapat 8.192 orang di 20 kota dunia di lima benua mengenai kemacetan di kota mereka.

Penelitian ini mengambil beberapa indikator antara lain waktu kemacetan, lama terkena macet, harga bahan bakar, level stres, dan efek terhadap emosi serta pekerjaan.

Dan inilah 10 kota dengan angka kemacetan tertinggi:
1. Beijing (Cina): 99
2. Mexico City (Meksiko): 99
3. Johannesburg (Afrika Selatan): 97
4. Moskow (Rusia): 84
5. New Delhi (India): 81
6. Sao Paolo (Brasil): 75
7. Milan (Italia): 52
8. Buenos Aires (Argentina): 50
9. Madrid (Spanyol): 48
10. London (Inggris): 36

Penelitian ini menyebutkan rata-rata kemacetan adalah 1 jam, meski empat kota teratas kemacetan bisa mencapai 2.5 jam lebih. Adapaun 10 kota lainnya yang masuk jajaran 20 besar adalah:
11. Paris (Prancis) 36
12. Toronto (Kanada): 32
13. Amsterdam (Belanda): 25
14. Los Angeles (Amerika Serikat): 25
15. Berlin (Jerman): 24
16. Montreal (Kanada): 23
17. New York (Amerika Serikat): 19
18. Houston (Amerika Serikat): 17
19. Melbourne (Australia): 17
20. Stockholm (Swedia): 15

Lalu apa pengaruhnya? Sebanyak 57% responden mengatakan kemacetan berpengaruh negatif pada kesehatan mereka. Bahkan 29% menyebut gara-gara macet pengaruhnya sampai pada produktifitas pekerjaan atau sekolah.

Nah, yang lebih parah lagi 87% responden ini mengaku mereka sampai mereka harus terjebak macet sejak 3 tahun terahir.