UML merupakan bahasa standar untuk

mendapatkan blueprint software.

UML digunakan untuk memvisualisasikan,

spesifikasi, konstruksi, dan dokumentasi

sebuah sistem. Jadi, merupakan bagian dari

software development.

UML bisa untuk memodelkan sistem

informasi bahkan untuk memodelkan bisnis !

 

Mengapa UML ?

1. Mampu memodelkan sistem secara grafis.

2. Standar, sehingga mampu mengatasi

komunikasi (antara user, developer, manager).

3. Specifying, membuat spesifikasi yang tepat,

tidak ambigu, dan tepat.

4. Dapat digunakan untuk dokumentasi.

 

Untuk memahami UML, dibentuk model

konseptual mengenai basic building blocks

Basic building blocks terdiri dari :

Things

Relationship

Diagram

Things merupakan abstraksi yang

dihubungkan melalui relationship sehingga

membentuk sebuah diagram.

Ada 4 macam things dalam UML : structural,

behavioral, grouping, dan annotational.

Structural things merupakan bagian statis dan

mencerminkan elemen baik secara

konseptual maupun fisik. Contoh : class,

interface, use cases.

Behavioral things adalah bagian dinamis

dalam UML yang menggambarkan yang bisa

dilakukan oleh sistem Contoh : state.

Grouping things, merupakan cara orgranisasi

dalam UML secara konseptual. Contoh :

package.

Annotational things, adalah penjelasan dari

bagian UML. Contoh : notes.

Ada 4 macam relationship dalam UML :

Dependency

Association

Generalization

Realization

Diagram adalah representasi grafis dari

himpunan elemen.

UML memiliki 9 diagram, yaitu :

Class diagram

Object diagram

Use case diagram

Sequence diagram

Collaboration diagram

Statechart diagram

Activity diagram

Component diagram

Deployment diagram

Diagram‐diagram tersebut di atas,

merupakan yang sering dipakai dalam

praktek.

 

 

Booch, Grady., , y , Rumbaugh, James., 1998., The

Unified Modelling Language User Guide.,

Addison Wesley.

Schulz, Joseph D., 2003., Requirementsbased

Unified Modelling Language., Borland